Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Lurah Besusu Tengah Optimalkan Intervensi Stunting Tiga Anak Tunjukkan Perkembangan Positif

Talib • Selasa, 23 Desember 2025 | 23:54 WIB
MOH. FUAD SAMSI
MOH. FUAD SAMSI

RADAR PALU - Pemerintah Kelurahan Besusu Tengah terus mengoptimalkan upaya percepatan penurunan angka stunting melalui program intervensi terpadu yang melibatkan lintas sektor.

Seperti yang diungkapkan oleh Lurah Besusu Tengah, Hardi Ekayanto Tsar SSos MAP, menjelaskan berdasarkan data awal dari puskesmas, terdapat 14 anak terindikasi stunting di wilayahnya.

Namun setelah dilakukan verifikasi dan validasi sesuai arahan Wali Kota Palu, jumlah tersebut mengerucut menjadi empat anak yang memenuhi kriteria untuk dilakukan intervensi intensif.

Hardi mengungkapkan program intervensi yang dijalankan meliputi pemberian makanan tambahan dan susu formula, dengan menggandeng sejumlah pelaku usaha yang berada di wilayah Besusu Tengah.

Upaya ini dilakukan untuk memaksimalkan program penanganan stunting, mengingat keterbatasan anggaran pemerintah dalam meng-cover seluruh kebutuhan secara optimal.

Intervensi difokuskan pada anak usia di atas satu tahun, yang secara data memungkinkan untuk ditangani melalui program tersebut.

Hardi Ekayanto menjelaskan program ini merupakan program tahunan penanganan stunting yang tahun ini lebih dioptimalkan pada Triwulan IV, yakni sejak Oktober hingga Desember.

Program tersebut mengusung tema “Besusu Zero Stunting 2025”, dengan membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang melibatkan unsur PKK, bidan, kader posyandu, serta dukungan pelaku usaha setempat.

Ia pun berharap seluruh anak yang ditangani dapat keluar dari kategori stunting.

“Dari empat anak yang kami intervensi, berdasarkan laporan TPPS dan bidan, tiga anak sudah menunjukkan tumbuh kembang yang baik. Satu anak lainnya masih dalam proses pemantauan hingga akhir Desember,” ujar Hardi Ekayanto.

Dalam pelaksanaannya, pembagian makanan tambahan dilakukan setiap hari selama satu bulan penuh, dengan sistem dapur khusus TPPS.

Proses memasak dimulai pukul 09.00 WITA dan pembagian makanan dilakukan hingga pukul 11.00 WITA, dengan harapan anak-anak sudah mengonsumsi makanan sebelum pukul 10.00 WITA. Selain makanan bergizi, bantuan juga difokuskan pada pemberian susu formula, mengingat pertimbangan kecocokan anak terhadap vitamin tertentu.

Sejumlah pelaku usaha turut berkontribusi dalam program ini, di antaranya Qool-It, Toko Sentral, serta beberapa pelaku usaha lainnya yang memberikan bantuan berupa bahan makanan dan susu. Kolaborasi ini dinilai sangat membantu keberlangsungan program hingga akhir tahun.

 Baca Juga: Kadis PMD Sigi Tekankan Optimalisasi Data E-HDW untuk Percepatan Penurunan Stunting

Hardi Ekayanto menegaskan bahwa penanganan stunting merupakan tanggung jawab bersama. “Anak-anak stunting adalah anak kita semua. Tanggung jawab sosial ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi juga pelaku usaha yang beraktivitas di wilayah ini. Harapan utama kami adalah Besusu benar-benar bisa mencapai zero stunting,” (mg1)

Editor : Talib
#ZeroStunting #Stunting #Besusu Tengah #KesehatanAnak #ProgramPemerintah