Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Kelurahan Nunu Prioritaskan Penurunan Stunting dan Kebersihan Lingkungan ‎

Nur Soima Ulfa • Kamis, 11 Desember 2025 | 21:00 WIB

PERKUAT PROGRAM: Lurah Nunu, Astuti Wulandari  menyebutkan Kelurahan Nunu terus memperkuat program penurunan stunting dan kebersihan lingkungan. Tampak dirinya saat ditemui di ruang kerjanya pada Rabu
PERKUAT PROGRAM: Lurah Nunu, Astuti Wulandari menyebutkan Kelurahan Nunu terus memperkuat program penurunan stunting dan kebersihan lingkungan. Tampak dirinya saat ditemui di ruang kerjanya pada Rabu
PALU - Kelurahan Nunu menetapkan penurunan stunting dan peningkatan kebersihan lingkungan sebagai dua program utama tahun ini. Lurah Nunu, Astuti Wulandari S.Sos, menjelaskan bahwa fokus tersebut dipilih karena dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat.

Kepada Radar Palu media Jawa Pos Group, Astuti menambahkan program kerja terbaru di wilayah kerjanya adalah stunting. Olehnya, isu ini turut menjadi perhatian.

“Program kerja yang terbaru untuk Kelurahan Nunu itu penurunan stunting,” ujarnya saat ditemui pada Rabu (10/12/2025).

‎Ia menyebut jumlah kasus stunting di wilayahnya kini tinggal sekitar enam anak setelah dilakukan pemantauan bersama tim provinsi, Selain stunting, kelurahan juga menargetkan peningkatan capaian retribusi sampah dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

“Pencapaian target untuk retribusi sampah dan PBB juga menjadi perhatian kami,” katanya.

‎Pengangkutan sampah warga dilakukan dua hingga tiga kali seminggu oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Untuk biaya layanan, kelurahan menerapkan tarif berbeda berdasarkan jenis usaha dan kategori rumah tangga.

‎Menurut Astuti, warga rumah tangga dikenakan biaya Rp35.000 per bulan. Sementara pelaku usaha besar, seperti apotek, membayar Rp100.000. Untuk usaha kecil seperti barbershop atau toko parfum, tarifnya berkisar Rp40.000–50.000 per bulan.

“Penyetorannya itu kami yang turun langsung ke pelaku usaha dan masyarakat. Setelah itu baru dibawa ke kelurahan untuk dibuatkan tanda bukti pembayaran,” jelasnya.

‎Astuti menyebut alasan utama penetapan program ini untuk mendorong tanggung jawab warga, Ia mengatakan bahwa keberadaan layanan sampah harus diikuti kesadaran membayar retribusi.

“Timbal baliknya begitu. Kalau sampah diangkut, masyarakat juga harus bertanggung jawab,” ucap Astuti.

‎Hal yang sama berlaku untuk pembayaran pajak dan dalam pelaksanaan program, kelurahan melibatkan RT dan RW sebagai penghubung informasi ke warga, Mereka membantu mengingatkan soal retribusi sampah dan kewajiban pajak.

‎Hasilnya terlihat cukup baik. Lingkungan dinilai lebih bersih dan capaian PBB juga meningkat. “Alhamdulillah sekarang lingkungan di kelurahan sudah bersih,” kata Astuti.

‎Menurut Astuti, kendala utama datang dari sebagian kecil warga yang masih enggan mengikuti aturan. Namun hal itu diatasi lewat pendekatan dan bantuan RT/RW.

“Kadang ada yang bandel sedikit. Tapi kita tetap sampaikan ke mereka agar menjalankan tanggung jawabnya,” katanya.

‎UMKM  di kelurahan Nunu sangat berkembang terutama pada kulinernya, ada beberapa pelaku usaha pernah mengajukan proposal bantuan, namun jumlahnya tidak banyak. “Yang mengajukan proposal itu hanya beberapa orang. UMKM di kelurahan Nunu ini alhamdulillah sudah berkembang,” jelasnya.

‎Kelurahan juga mendapatkan dukungan dari pemerintah kota, terutama dari DLH dan Badan Pendapatan Daerah. “Mereka sangat membantu, terutama DLH,” ujar Astuti.

‎Untuk saat ini belum ada rencana program lanjutan yang baru. Kelurahan masih fokus pada pelaksanaan program berjalan agar tepat sasaran.

‎Astuti menyebut masyarakat Kelurahan Nunu cukup kooperatif. Mereka juga mengikuti aturan yang diberlakukan oleh kelurahan,termasuk larangan membuang dan membakar sampah sembarangan Jika ada yang melanggar, kelurahan memberikan sanksi tegas dan spanduk peringatan juga sudah dipasang di titik tertentu untuk mencegah pelanggaran.

“Kalau kedapatan membuang sampah bukan pada tempatnya, kita denda. Sekitar lima ratus ribu sampai satu juta,” katanya.

‎Astuti menyampaikan harapannya untuk seluruh masyarakat di Kelurahan Nunu. Ia menegaskan bahwa kerja sama antara pemerintah dan warga menjadi kunci agar lingkungan tetap bersih dan program dapat berjalan dengan baik.

“Saya berharap Kelurahan Nunu bisa lebih maju lagi. Untuk masyarakat, saya harap tetap tertib dan tidak membuang sampah sembarangan,” pungkasnya.(mg2)

Editor : Nur Soima Ulfa
#Kelurahan Nunu #Stunting #Lurah Nunu Astuti Wulandari #kebersihan lingkungan