Iskandar menyebutkan di Distrik Kota Palu terdapat sekitar 10 klub besar, sementara Distrik Sigi menaungi Klub Mercenary, dan Distruk Donggala membawahi Klub Biwar.
“Komunitas airsoft gun di Palu bermula dari klub TAG yang berdiri pada tahun 2010. Dari klub tersebut muncul anggota-anggota baru yang kemudian membentuk klub lain hingga akhirnya seluruh komunitas airsoft di Sulawesi Tengah resmi bernaung di bawah organisasi ABU Indonesia sejak tahun 2013,” papar Iskandar saat ditemui di sela-sela latihan di Hutan Kota pada Minggu (30/11/2025).
Untuk bergabung dengan komunitas ini, calon anggota cukup datang ke lokasi latihan di Hutan Kota Palu setiap Sabtu dan Minggu setelah salat Asar hingga menjelang Magrib. Keselamatan menjadi prioritas sehingga pemain diwajibkan menggunakan peralatan standar seperti kaca mata pelindung, pakaian outdoor, sepatu taktikal, sarung tangan serta perlindungan tambahan.
Peralatan atau unit bermain akan dipinjamkan terlebih dahulu kepada pemula agar dapat mencoba sebelum membeli unit pribadi. Harga unit airsoft gun bervariasi mulai dari Rp200 ribuan untuk tipe spring hingga belasan juta rupiah untuk tipe AEG yang lebih profesional.
Selain latihan rutin, komunitas ini aktif mengikuti berbagai event baik lokal maupun nasional. Salah satu kegiatan besar yang pernah dilaksanakan yaitu Milsim 24 jam bekerja sama dengan Kodam XIII Merdeka. Di mana kegiatan tersebut menarik peserta dari berbagai daerah. Komunitas ini juga sering menerima permintaan event outbound dan pelatihan dari sekolah, instansi pemerintah, hingga perusahaan swasta.
Ke depan, ABU Sulteng menargetkan persiapan menuju Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) 2027 di mana Sulawesi Tengah menjadi tuan rumah. Iskandar berharap pemerintah dapat menyediakan arena latihan resmi agar airsoft dapat berkembang seperti cabang olahraga rekreasi lainnya yang telah memiliki fasilitas tetap.
Ia menambahkan bahwa airsoft bukanlah hobi yang hanya dapat diikuti kalangan tertentu. Dengan banyaknya pilihan kategori dan unit, olahraga ini dapat dijangkau oleh pelajar hingga pekerja. Pemain di bawah usia 17 tahun dapat ikut serta asalkan mendapat izin orang tua. “Yang terpenting safety dulu. Setelah itu baru menikmati permainannya,” pungkas Iskandar. (mg1)
Editor : Nur Soima Ulfa