RADAR PALU - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako (FEB UNTAD) menegaskan komitmen memperkuat peran akademisi dalam mendorong tata kelola mineral strategis dan percepatan transisi energi yang berkeadilan di Sulawesi Tengah melalui kolaborasi lintas sektor.
Dekan FEB UNTAD, Wahyuningsih, dalam sambutannya di Diskusi "Kolaborasi Lintas Sektor dan Daerah untuk Transisi Energi dan Tata Kelola Mineral yang Berkeadilan" menyampaikan bahwa visi fakultas saat ini adalah go global dan good character.
Nilai berakhlak mulia tersebut diterjemahkan sebagai pembentukan lulusan berkarakter baik dan bermoral kuat.
"Ini penting karena Sulteng berada di kawasan yang kaya sumber daya alam, tetapi belum memberikan dampak inklusif bagi kesejahteraan masyarakat sekitar. Kami ingin lulusan FEB yang kelak menjadi pengambil kebijakan mampu menggunakan hati, akal, dan moral ketika memutuskan hal-hal terkait SDA," ujar Wahyuningsih dalam sambutannya pada Kamis (27/11/2025).
Untuk memperkuat nilai tersebut, FEB UNTAD menyiapkan kurikulum dengan muatan spiritual entrepreneurship serta mata kuliah pendukung lainnya.
"Inilah dasar yang kami bangun agar generasi masa depan dapat mengambil kebijakan yang berkeadilan," tambahnya.
Saat ini FEB UNTAD menaungi sekitar 5.000 mahasiswa dengan 11 program studi dari jenjang D3, D4, S1, S2, hingga S3.
Sementara itu, secara keseluruhan Universitas Tadulako memiliki hampir 50 ribu mahasiswa dengan kawasan kampus seluas 250 hektare.
Wahyuningsih menambahkan bahwa kegiatan yang digelar hari ini bukan sekadar pertemuan biasa, tetapi langkah awal penguatan jejaring kerja sama.
"Insyaallah tahun depan kami lanjutkan kolaborasi lagi, termasuk di Kabupaten Sigi. Di sinilah pentingnya ABGC yakni akademisi, business, government, dan community," jelasnya.
Ia menyebut kolaborasi harus dilakukan dengan prinsip KISS atau kolaborasi, integrasi, sinergisitas, dan sinkronisasi, agar setiap kegiatan memberikan dampak nyata.
"Kampus Merdeka kini berubah menjadi kampus berdampak. Karena itu, setiap program harus memberi hasil nyata bagi masyarakat," tegasnya.
FEB UNTAD juga menjadi fakultas pertama di UNTAD yang memiliki SDGs Student Center, wadah mahasiswa untuk berkiprah dalam isu keberlanjutan. Unit ini dibuka secara sukarela dan mendapat minat besar dari mahasiswa.
Sementara itu, perwakilan CSO yang juga Direktur Pengembangan Big Data Indef, Eko Listiyanto, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan bertajuk mendorong akselerasi transisi energi berkeadilan dari tata kelola mineral kritis hingga peluang green job di Sulawesi Tengah.
Kata dia kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Indef, Koaksi Indonesia, Cerah, Kemendagri, serta Universitas Tadulako.
"Kami menilai Sulteng menempati posisi strategis, bukan hanya sebagai pusat industri mineral nasional, tetapi juga sebagai daerah dengan potensi besar untuk membangun ekonomi hijau yang inklusif," ungkap Eko.
Riset Indef yang akan dipaparkan dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa ekspansi industri mineral strategis menuntut adanya penyesuaian pada struktur tenaga kerja.
"Ini berarti peningkatan kompetensi dan kebijakan ketenagakerjaan menjadi kebutuhan mendesak," katanya.
Sementara itu, survei Cerah menyoroti pentingnya penguatan kapasitas tata kelola daerah, harmonisasi kewenangan, dan peningkatan partisipasi lokal agar transisi energi memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut juga diselenggarakan green job workshop sebagai bentuk penguatan kapasitas generasi muda.
"Sulawesi Tengah memiliki peluang besar menjadi model nasional dalam pembangunan ekosistem green job. Potensi sektor agro, pangan, ekonomi kreatif hingga industri berbasis mineral dapat berkembang jika didukung tata kelola yang baik serta SDM berkualitas," jelas Eko.
Ia berharap kolaborasi lintas sektor ini mampu melahirkan rekomendasi kebijakan yang kuat dan inisiatif baru, khususnya dari generasi muda yang kelak menjadi motor pembangunan daerah.
"Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat sinergi dan komitmen untuk mewujudkan tata kelola mineral strategis serta transisi energi yang bukan hanya efektif, tetapi juga berkeadilan bagi masyarakat," tandasnya. (rna)
Editor : Mugni Supardi