“Kemarin kami dapat dana dari 10 kelurahan terbaik sebesar 200 juta. Setelah dipotong pajak 30 juta, tersisa 170 juta,” ungkap Adriani.
Dana tersebut digunakan untuk perbaikan Posyandu Bambannah, pengadaan kursi, serta rabat beton di Jalan Hayamuruk, lorong Sriwijaya, dan Jalan Pramuka yang sudah puluhan tahun rusak. “Alhamdulillah dengan anggaran 170 juta itu kami bisa kerjakan,” tambahnya.
Selain itu, sebagian anggaran juga disalurkan untuk PKK, dasa wisma, serta pengadaan baju padat karya. Adriani menjelaskan bahwa padat karya selalu disisipkan dalam setiap kegiatan agar warga ikut terlibat dalam pekerjaan kebersihan lingkungan.
Kelurahan Besusu Barat juga menerima banyak dukungan melalui pokok pikiran (Pokir) dari tingkat kota maupun provinsi. “Ada pengaspalan di Lorong Bakso dari Pokir Pak Elisa Bunga Allo. Ada juga Pokir Pak Hidayat Lamundi di Lorong Raden Saleh. Saya banyak melobi di provinsi karena di sana lebih cepat,” jelas Adriani.
Beberapa fasilitas umum lain turut dibenahi, termasuk timbangan Posyandu dari Pokir anggota DPRD Kota Palu, yang tersebar di sembilan Posyandu. Sementara tong sampah di RW 8 dan RW 9, dan Asrama Korem berasal dari pokir Arus Abdul Karim.
Untuk drainase, pengerjaan saat ini difokuskan di Jalan Hayam Murok sepanjang 180 meter, serta jalan Cut Mutia lorong Kapista, ada dua lorong yang belum tersentuh pembangunannnya yang diharapkan bisa dikerjakan tahun depan, termasuk Lorong Sriwijaya dan Lorong Pramuka.
“Sudah saya masukkan juga Pokirnya Pak Hidayat Pakamundi untuk dikerjakan tahun depan,” kata Adriani.
Di bidang kebersihan, kelurahan juga menjalankan program Sabtu Bersih yang di mana setiap pekan. RW akan dibersihkan secara bergilir dari RW 1 hingga RW 9. “Sehingga Besusu Barat tetap bersih dari lorong ke lorong,” tuturnya.
Pengangkutan sampah dilakukan dua kaisar di lorong serta dua armada kelurahan untuk sampah rumah warga, besusu Barat juga memiliki bank sampah yang aktif. Sampah yang dikumpulkan padat karya maupun warga dapat ditabung dan nilai timbangannya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari salah satunya seperti pembayaran listrik. “Mereka menabung sampah. Ditimbang, lalu dicatat sebagai tabungan,” jelas Adriani.
Untuk pemberdayaan ekonomi, lurah berharap UMKM bisa tumbuh seiring rencana pengembangan di kelurahan Besusu barat sebagai kawasan wisata religi. Ia menilai lokasi tersebut berpotensi menjadi pusat kuliner bagi warga lokal. “Supaya masyarakat bisa berjualan di situ,” ucapnya.
Selain itu, Kelurahan Besusu Barat mengelola Koperasi Merah Putih yang telah berjalan empat bulan. Koperasi ini menggunakan modal dari dana Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) tanpa bantuan luar. “Kami menyediakan minyak, gula, beras, susu, telur. Anggota sudah sekitar 80 orang,” jelas Adriani.
Banyak warga bahkan memilih berbelanja di koperasi kami karena harganya bersaing dengan berbagai program, Adriani berharap kualitas lingkungan, kesehatan, dan ekonomi warga terus meningkat. “ keinginannya hanya satu, supaya masyarakat di sini bisa berkembang dan terbantu,” tutupnya. (mg2)
Editor : Nur Soima Ulfa