RADAR PALU – Palang Merah Indonesia (PMI) kabupaten Parigi Moutong (Parimo) bertandang ke tenda pengungsian korban kebakaran Asrama Parigi pada Senin sore (17/11/2025). Sekitar tujuh anggota PMI Parimo termasuk Hesti Wati selaku ketua PMI sekaligus istri Bupati Parigi Moutong hadir menyerahkan bantuan.
Kedatangan rombongan PMI Parimo disambut hangat oleh para pengungsi. Dalam kunjungan tersebut, Hesti turut memberikan sanitasi berupa motivasi pada pengungsi baik warga maupun mahasiswa.
Dia mendorong pengungsi agar tetap semangat dan menjaga kesehatan. Kata Hesti, pasti ada banyak hikmah di balik kejadian kelam ini. Salah satunya yang paling terasa di tenda pengungsian ialah terbangunnya keharmonisan antarwarga.
“Memang PMI itu punya tugas, tugas kita ya, di mana ada bencana, PMI wajib hadir dan memberikan semangat, memberikan penyuluhan trauma healing,” ucap ketua PMI Parimo Hesti.
Bantuan yang diberikan berupa 35 paket baju. Masing-masing rumah mendapatkah jatah 2 paket dengan total 22 keluarga terdampak. Menurut Sekretaris PMI Parimo, catatan jumlah keluarga pengungsi berdasarkan data dari Dinas Sosial (Dinsos) kota Palu.
Kata ketua PMI Parimo Hesti Wati, donasi tidak hanya berasal dari PMI Parimo. Melainkan hasil kolaborasi dengan berbagai instansi pemerintahan. “Kebetulan juga ada dari pemerintah daerah Kabupaten Parigi Moutong melalui Dinas Sosial. Tentunya itu berdasarkan permintaan (PMI) Parimo,” lanjutnya.
Sumbangan tersebut terdiri obat-obatan dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) seperti vitamin, paracetamol, anti nyeri, tablet tambah darah, obat asam lambung, darah tinggi, masker, dan hand sanitizer.
Adapula Hygiene Kit dari PMI Provinsi Sulteng berupa handuk, pembalut, rinso, sikat gigit, dan sebagainya. Begitupun sembako dari Dinas Sosial Kabupaten Parimo yaitu kacang hijau, beras, minyak, gula, dan susu.
Hesti menambahkan, PMI Parimo juga menyalurkan multi vitamin dengan harapan dapat meringankan stres para korban akibat trauma kebakaran.(cr1)
Editor : Nur Soima Ulfa