Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

13 Mahasiswa Untad Jadi Korban Kebakaran Asrama Parigi, Slip Pembayaran UKT Hingga Motor Hangus Terbakar

Nur Soima Ulfa • Jumat, 14 November 2025 | 15:13 WIB

MENGUNGSI: Suasana makan malam mahasiswa bersama warga di tempat pengungsian korban kebakaran Asrama Parigi, Kamis (13/11/2025).
MENGUNGSI: Suasana makan malam mahasiswa bersama warga di tempat pengungsian korban kebakaran Asrama Parigi, Kamis (13/11/2025).
RADAR PALU – Kebakaran yang terjadi Kamis pagi (13/11/2025) di Asrama Parigi membawa dampak berkepanjangan bagi korban, yang merupakan penghuni asrama. Banyak dari korban merupakan mahasiswa dan pekerja. Dari informasi para penghuni asrama, setidaknya terdapat lebih dari 13 mahasiswa bernanung di bawah atapnya.

Saat ini, data yang didapatkan Tim Radar Palu Jawa Pos Group sebanyak 13 korban merupakan mahasiswa aktif di Universitas Tadulako (Untad). Terdiri dari 6 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), 6 dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), serta 1 orang dari Fakultas Teknik, 1 lagi dari Fakultas peternakan dan perikanan.

Sementara, salah satu korban mahasiswa dari FKIP yang mengalami luka bakar di lengan, telah dibawa pulang ke Parigi oleh kedua orang tuanya. Data tersebut masih terus bertambah mengingat sebagian mahasiswa yang terdampak telah mengungsi ke rumah kerabat.

Perlu diketahui, bangunan asrama Parigi di Lorong Berdikari, Jalan Yodjokodi, Palu Timur dibangun oleh dana pribadi dari sumbangsi orang tua pemukim. Tanah di kawasan tersebut merupakan hibah dari pemerintah daerah Parigi Moutong. Kerugian materi yang dirasakan bukan sekadar kehilangan tempat tinggal. Melainkan juga perlengkapan perkuliahan seperti dokumen penting, buku beserta alat tulis lainnya, almamater, laptop, ponsel, hingga motor.

“Yang dibutuhkan itu, tas yang kita gunakan untuk pakai di kampus, pakaian, laptop untuk kita kerja tugas, HP, transportasinya kita juga hilang, hancur, terbakar,” cerita Auliya Rahmi mahasiswi Prodi Bahasa Indonesia FKIP Untad.

Di rumah asramanya terdapat 2 buah motor yang ikut terbakar. Selain itu, berkas-berkas kampus pun ikut menjadi abu. Berkas tersebut terdiri dari kartu rencana studi (KRS) yang sudah ditanda tangani, Sertifikat Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), serta 1 slip pembayaran semester 1 uang kuliah tunggal (UKT). Begitupun nasib berkas ketiga teman seasramanya. Beruntungnya, beberapa slip pembayaran UKT disimpannya di kampung halaman.

HABIS TERBAKAR: Tempat kejadian kebakaran di Asrama Parigi di Lorong Berdikari, Jalan Yodjokodi, Palu Timur.
HABIS TERBAKAR: Tempat kejadian kebakaran di Asrama Parigi di Lorong Berdikari, Jalan Yodjokodi, Palu Timur.

Ada pula Moh. Nurul Haq (Ruli) mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Untad. Pakaian, berkas berupa slip pembayaran UKT selama 5 semester, dan berkas magang hangus dilalap api. Saat ini, Ruli sudah mengabari instansi tempatnya magang.

“Kalau bisa, pas untuk pengurusan tidak dipersulit. Jangan nanti dikira kita ba bohong (berbohong), toh. Karena ini memang fakta. Semoga dimudahkan untuk pengurusan selanjutnya dengan berkas yang kebakaran,” ujar Ruli.

Begitu pula Zahratul Suci mahasiswi prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Untad yang kehilangan semua berkas dan sertifikat penting. Di antara berkas tersebut terdapat 2 slip pembayaran UKT, beberapa sertifikat seperti PKKMB, studi Islam intensif (SII), dan Bela Negara.

“Untuk barang-barang yang hilang itu, yang lenyap itu, berkas-berkas sama baju-baju, sepatu. Sama HP, laptop saja, sama motor yang selamat,” ujarnya.

Suci berharap, pihak kampus turut menyalurkan bantuan. Terutama saat ini mereka membutuhkan bantuan logistik. Hingga kini para mahasiswa yang menjadi korban hanya bisa berpasrah diri sembari berharap ada kebijakan dari kampus yang meringankan pengurusan berkas maupun perlengkapan kampus yang raib ditelan api. (cr1)

Editor : Nur Soima Ulfa
#kebarakan #untad #mahasiswa untad #asrama Parigi #Terbakar