Berita Pilihan Daerah Ekonomi Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Café dan Budaya Nongkrong Anak Muda Kota Palu: Lebih Dari Sekadar Tempat Kumpul, Kini Manfaatkan Jadi Ruang Kerja Tugas

Nur Soima Ulfa • Sabtu, 8 November 2025 - 06:00 WIB
NYAMAN UNTUK BEKERJA: Tampak depan café Sepertiga Kartini, yang terletak di kawasan SPBU Jalan Kartini. Café ini menawarkan ruang yang nyaman untuk bekerja.
NYAMAN UNTUK BEKERJA: Tampak depan café Sepertiga Kartini, yang terletak di kawasan SPBU Jalan Kartini. Café ini menawarkan ruang yang nyaman untuk bekerja.

KOTA Palu terus menunjukkan geliatnya dengan hadirnya berbagai café baru yang menawarkan suasana nyaman dan konsep kekinian. Café pun hadir bukan hanya sebagai tempat nongkrong berkumpulnya keluarga atau teman saja, tapi juga menawarkan banyak fungsi lainnya.

Misalnya, ada café yang menawarkan desain interior maupun eksterior  yang estetik. Café dengan konsep ini menawarkan pemenuhan kebutuhan pengunjung, yang ingin berfoto cantik. Istilahnya instagramable: café yang menarik secara visual, unik, dan layak untuk dibagikan ke media sosial, utamanya Instagram.

Bicara visual, ada pula café yang menawarkan visual pemandangan alam. Memanfatkan keindahan alam 5 dimensi yang dimiliki oleh Kota Palu: teluk, laut, sungai, lembah dan pengunungan. Café-café seperti ini dengan mudah ditemukan di kawasan Kampung Nelayan dan sekitarnya. Ada punya café-café yang menawarkan pemandangan lembah,seperti café di Jalan Jabal Nur dan dulunya di seputaran Hutan Kota.  

Ada pula  café yang menawarkan ruangan nyaman dan mendukung konsentrasi. Café ini juga menyediakan wifi dengan bandwidth besar, terminal listrik, dan tidak memutar musik kencang.  Café-café seperti ini hadir untuk memenuhi kebutuhan terhadap ruangan kerja. Jadi bukan hanya sekadar tempat kumpul.

Nah, pantauan Radar Palu, café-café seperti ini paling banyak diminati oleh anak muda Kota Palu. Sebab, café ini bisa digunakan untuk ruangan kerja tugas kuliah. Atau pun tempat rapat atau kumpul komunitas.

Salah satunya adalah Sepertiga Kartini. Café yang terletak di kawasan SPBU Jalan Kartini. Meski baru buka sejak 22 Oktober lalu, tempat ini sudah ramai dikunjungi berbagai kalangan, dari pelajar, mahasiswa, hingga pekerja muda yang mencari tempat nongkrong sekaligus bekerja.

PEMANDANGAN UNIK: Teras cafe menawarkan pemandangan unik yakni bisa melihat aktivitas pengisian bahan bakar di SPBU.
PEMANDANGAN UNIK: Teras cafe menawarkan pemandangan unik yakni bisa melihat aktivitas pengisian bahan bakar di SPBU.

“Kalau untuk nongki sih rame, apalagi malam hari,” ujar Kiki, barista Sepertiga Kartini.

Ia mengaku sudah bekerja di sana sejak hari pertama café mulai beroperasi. “Walaupun dekat dengan Sepertiga Juanda, tapi pengunjungnya tetap banyak. Mungkin karena konsepnya beda dan suasananya nyaman.”

Berbeda dari kebanyakan café lain, Sepertiga Kartini buka 24 jam, menjadi pilihan ideal bagi mereka yang ingin nongkrong larut malam atau menyelesaikan tugas hingga dini hari.

 “Kalau pagi biasanya anak sekolah yang datang, tapi kalau malam, mulai jam empat sore sampai jam tiga pagi, selalu ada pengunjung,” jelas Kiki.

Selain menawarkan kopi dan makanan ringan, café ini juga memiliki sejumlah fasilitas tambahan yang menarik. “Di luar ada smoking room, ada bilyar, juga PlayStation (PS),” katanya. Fasilitas bilyar menjadi salah satu daya tarik utama, dengan tarif kisaran Rp30 ribu di pagi hari dan Rp35–40 ribu di malam hari.

Sementara itu, Rofiq, mahasiswa yang tengah magang di PT Soal Palu, mengaku menjadikan Sepertiga sebagai salah satu tempat favoritnya untuk mengedit video dan bekerja.

“Biasanya nongki di Sepertiga Juanda, Kopte Maleo, atau Tix Coffee. Tapi kalau di Kartini ini suasananya beda. Di luar bisa lihat orang isi pertalait, tapi di dalamnya nyaman sekali,” ujarnya sambil tertawa.

Menurut Rofiq, Sepertiga Kartini cocok bagi mereka yang ingin suasana tenang tanpa gangguan musik keras. “Jarang ada musik, jadi enak buat kerja atau nugas. Satu kata buat café ini? Cozy,” katanya.

ENTERTAINMENT: Pihak café juga menyediakan meja biliar untuk digunakan pengunjung. Ini bagian dari fasilitas hiburan, yang bisa digunakan bila penat melanda di tengah mengerjakan pekerjaan atau tugas
ENTERTAINMENT: Pihak café juga menyediakan meja biliar untuk digunakan pengunjung. Ini bagian dari fasilitas hiburan, yang bisa digunakan bila penat melanda di tengah mengerjakan pekerjaan atau tugas

Ia juga menilai, menjamurnya café di Kota Palu pascabencana menjadi fenomena menarik.

“Sekarang café makin banyak, tapi kebanyakan cuma fokus buat nongkrong. Belum banyak yang nyediain tempat nyaman buat kerja atau edit video. Kalau di Jogja, misalnya, satu café bisa punya dua area.  Luar buat nongkrong, dalam buat kerja, jadi nggak saling ganggu,” ungkap Kiki.

Dia pun memiliki pandangan serupa. Menurutnya, banyaknya café di Palu merupakan bagian dari tren baru anak muda.

“Sekarang ini memang lagi hype-nya café. Banyak brand dan cabang baru muncul. Sebenarnya bagus sih, cuma kadang terasa terlalu banyak juga,” ujarnya. “Tapi di sisi lain, ini juga jadi peluang kerja untuk anak muda, apalagi yang mau jadi barista,” tambahnya. 

Dengan jam operasional tanpa henti, fasilitas lengkap, dan suasana yang mendukung produktivitas, Sepertiga Kartini kini menjadi salah satu tempat nongkrong yang paling digemari anak muda Palu — bukan hanya untuk menyeruput kopi, tetapi juga untuk bekerja, berbagi cerita, dan menikmati malam kota dengan tenang. (mg1)

Editor : Nur Soima Ulfa
#cafe #nongkrong #Sepertiga Kartini #kota palu