Penertiban hewan ternak itu dilakukan dengan memanfaatkan Taman Hutan Raya (Tahura) yang berbatasan dengan Kabupaten Parigi Moutong (Parimo). Dengan begitu diharapkan hewan ternak tidak berkeliaran dan membahayakan pengendara.
Rencananya ini, ungkap Sarlin, akan dibeberkannya dalam pertemuan bersama dengan pemilik ternak dan juga perangkat kelurahan.
“Langkah yang kami lakukan setelah kejadian itu (tabrak ojek, red). Insya Allah sebenarnya sih, kita punya keinginan minggu ini ada pertemuan dengan seluruh pemilik ternak sapi ataupun kambing. itu yang kita (berikan) sosialisasi,” ungkap Sarlin.
Meski begitu, dia mengakui belum tahu pasti kapan sosialisasi dilaksanakan di kantor Kelurahan Layana Indah. Mengingat padatnya jadwal kelurahan mengharuskan agenda tersebut belum terlaksana.
“Di Tahura tersebut, di situ rencana akan ditampung semua hewan ternak. Rencana kita bicarakan di situ (sosialisasi, red)," sambungnya.
Sarlin juga mengungkapkan selain mengumpulkan hewan ternak di Tahura, nantinya akan dibuatkan kandang dan menanam rumput pakan ternak. Diharapkan rancangan ini bisa mencegah hewan ternak berkeliaran di pemukiman warga dan area jalan. Pihak kelurahan juga akan menggandeng Dinas Peternakan di tingkat provinsi dan kota.
“Insya Allah dengan edukasi-edukasi itu, bisa membuat warga kita (tertib pada aturan). Kita sebagai pemerintah berupaya bagaimana bisa terselesaikan itu semua, dengan cara itu semua, ternak disatukan itu semua. Saya rasa pemilik ternak mau seperti itu, mau tidak mau, harus mau!” tegasnya.
Saat ini, kelurahan belum mengkomunikasikan dengan dinas terkait yang dimaksud. Menurit Sarlin pihaknya harus memastikan persetujuan warganya sebelum menjalin kerjasama dengan dinas yang dituju.
“Makanya tahapannya, masyarakat dulu. Setelah (masyarakat) setuju, saya yakin dinas pasti akan siap! Pasti akan siap membantu karena ada program-program tersebut untuk masyarakat, kan,” lanjutnya.
Diharapkan dengan langkah ini, kejadian yang dialami oleh perempuan paruh baya yang bekerja sebagai ojek, Siti Aja, tidak terulang. Masyarakat pun patuh terhadap hasil musyawarah. Dia juga akan mengupayakan membangun komunikasi dan koordinasi dengan para peternak setelah rencana kandang di Tahura terlaksana. (cr1)
Editor : Nur Soima Ulfa