Penghitungannya mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) RI Nomor 97 tahun 2024 tentang Perubahan Ketiga atas PMK Nomor 192/PMK.010/2021 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau Berupa Sigaret, Cerutu, Rokok Daun atau Klobot dan Tembakau Iris.
“Hitungannya per batang bukan per bungkus,” singkat Yoedi saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa pagi (4/11/2025).
Berdasarkan lampiran 1 PMK tersebut menjelaskan bahwa untuk tembakau buatan dalam negeri golongan pengusaha pabrik hasil tembakau jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) golongan I harga eceran terendah Rp 2.300 per batang tarif cukainya di kisaran Rp 1.200 per batang. Sedangkan SKM golongan II harga eceran terendah Rp 1.400 per batang, tarif cukainya Rp 746 per batang.
Jenis Sigaret Putih Mesin (SPM) golongan I harga eceran terendah Rp 2.400 per batang tarif cukainya Rp 1.300 per batang, SPM golongan II harga eceran terendah Rp 1.500 per batang tarif cukainya Rp 794 per batang.
Jenis Sigaret Kretek Tangan (SKT) atau Sigaret Putih Tangan (SPT) golongan I harga eceran Rp 2.170 per batang tarif cukainya Rp Rp 483. SKT atau SPT golongan I harga eceran terendah Rp 1.555 - Rp 2.170 tarif cukainya Rp 378 per batang. Sedangkan SKT/SPT golongan II harga eceran terendah Rp 995 per batang tarif cukainya Rp 223 per batang. SKT/SPT golongan III harga eceran terendah Rp 860 per batang tarif cukainya Rp 122.
Jenis Sigaret Kretek Tangan Filter (SKTF) atau Sigaret Putih Tangan Filter (SPTF) tanpa golongan harga eceran paling rendah Rp 2.375 per batang tarif cukainya Rp 1.231 per batang.
Jenis Kelembak Menyan (KLM) golongan I harga eceran terendah Rp 950 per batang tarif cukainya Rp 483 per batang. Golongan II harga eceran paling rendah Rp 200 per batang tarif cukainya Rp 25.
Jenis Tembakau Iris (TIS) tanpa golongan harga eceran terendah Rp 275 per batang tarif cukainya Rp 30 per batang, jika dijual dengan harga eceran terendah Rp 180-275 per batang tarif cukainya Rp 25 per batang, sementara jika harga ecerannya terendahnya di angka Rp 55 - 180 per batang, tarif cukainya Rp 10 per batang.
Jenis Klobot (KLB) tanpa golongan harga eceran terendah Rp 290 per batang, tarif cukainya Rp 30 per batang.
Jenis Cerutu (CRT) tanpa golongan harga eceran lebih dari Rp 198.000 per batang tarif cukainya Rp 110.000 per batang, untuk harga eceran lebih dari Rp 55.000 per batang tarif cukainya Rp 22.000 per batang, CRT dengan harga eceran Rp lebih dari Rp 22.000 per batang tarif cukainya Rp 11.000, CRT dengan harga eceran lebih dari Rp 5.500 per batang, tarif cukainya Rp 1.320 sedangkan CRT yang dijual dengan harga terendah Rp 495 per batang, tarif cukainya di kisaran Rp 275.
Sebelumnya Radar Palu Jawa Pos Group menemukan peredaran rokok ilegal dengan merek Smith marak di wilayah Kelurahan Tondo. Jika melihat tampilan dan kandungannya, rokok ini diduga masuk ke dalam jenis Sigaret Putih Mesin (SPM) dengan harga jual eceran Rp 1.500 per batang, isi 20 batang per bungkus.
Jika merujuk pada PMK RI nomor 97 maka kerugian negara akibat peredaran rokok ilegal untuk satu bungkusnya saja mencapai Rp 15.880, jika satu slop isi 10 bungkus perkiraan kerugian negara mencapai Rp 158.800.
Beberapa minggu lalu, Bea Cukai Pantoloan telah memusnahkan 618.660 batang rokok ilegal berbagai merek serta 253 botol atau 165,8 liter minuman mengandung Etil Alkohol (MMEA) ilegal dengan total taksiran kerugian negara mencapai Rp 853 juta. (ril)
Editor : Nur Soima Ulfa