RADAR PALU – Siti Aja (66) korban seruduk sapi di Kelurahan Layanan pada Rabu (22/10)/2025) kini sudah menjalani proses pengobatanrawat jalan. Dia sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Madani Palu dan RSUD Undata.
Kondisi terkini Siti itu diketahui saat Radar Palu Media Jawa Pos Group melakukan konfirmasi via telepon pada Rabu (29/10/2025). Sebelumnya, setelah insiden kecelakaan yang menimpanya, perempuan berprofesi sebagai ojek dan tukang pijat itu dilarikan ke RSUD Madani Palu di Mamboro.
Di sana dia mendapatkan lima jahitan di dahi serta penanganan untuk jari tengah di tangan kirinya yang patah. Meski sebelum tindakan medis dilakukan, pihak RSUD Madani meminta surat keterangan dari polisi, Siti tetap ditangani dengan baik.
Hal ini dikarenakan pihak rumah sakit mengatakan jika kecelakaan yang menimpa Siti tidak ditanggung BPJS melainkan harus menggunakan Jasa Raharja. Kata Siti, saat ini pihak RSUD Madani yang mengurus klaim jasa raharja miliknya.
Siti dirawat selama 2 hari 3 malam di RSUD Madani sebelum meminta keluar demi menghadiri tahlilan 40 malam suaminya. Hari Selasa (28/10) dia kembali ke RSUD Madani dan langsung dirujuk ke RSUD Undata Palu untuk melakukan rontgen kepala dan tangan. Di RSUD Undata, perawatan Siti ditanggung sepenuhnya oleh BPJS.
“Alhamdulillah Ibu tidak ada darah yang membeku di kepala,” ujar Siti menirukan ucapan Dokter RSUD Undata padanya.
Kata dia, kini tersisa sakit di pinggang. Untungnya obat pereda nyeri dari dokter membantu meredakan sakitnya.
Sementara itu, Dokter mengatakan Siti bahwa tulang di jari tangannya tidak mengalami keretakan meski terjadi patahan. Kondisi ini memberi harapan tulang jarinya bisa pulih kembali asalkan Siti rutin mengonsumsi obat. Pada hari yang sama, Selasa sore, Siti dipulangkan dengan status pasien rawat jalan.
“Dia (dokter) bilang yang ini patah ini, sudah tidak retak, kalau retak pasti setengah mati,” ungkapnya menghela napas lega.
Sakit di jari yang patah pun sudah berangsur membaik. Dia juga tetap rajin menerapi jarinya dengan keahlian pijat akupunturnya. Kata Siti, pada Kamis mendatang dia dimintai kontrol kembali.
Di sisi lain, si pemilik sapi mendatangi rumah Siti bersama Ketua RT sesaat kepulangannya dari RSUD Undata.“Alhamdlillah kasihan (diselesaikan) secara kekeluargaan. “ang penting cuman itu harapan saya, Bapak punya ternak itu kumpul semua, jangan lagi berkeliaran di mana-mana, amankan,” pinta Siti saat mengenang isi percakapannya dengan si pemilik sapi pada Selasa sore (28/10/2025).
Siti juga membeberkan, Kepolisian Sektor (Polsek) Mantikulore bertandang ke rumahnya pada Minggu siang. Pihak kepolisian menjanjikan akan mengusahakan menertibkan semua peternak. Janji ini pun dibawa pada rapat di kantor Kelurahan Layana Indah.(cr1)
Editor : Nur Soima Ulfa