“Untuk program sekolah yang sudah saya lakukan, pertama, kami itu aktifkan komunitas belajar. Namanya itu Rovasinoami artinya itu pengetahuan bersama. Itu kami adakan setiap hari Kamis dan rutin setelah pulang sekolah,” ungkap Sukmawati.
Komunitas belajar Rovasinoami ditujukan untuk mempertajam daya berpikir siswa. Upaya ini juga didukung dengan mendirikan Gazebo literasi. Ada pula budaya membaca sebelum proses pemberian materi oleh guru dimulai. Demi meningkatkan minat baca muridnya, SD Inpres 5 Lolu buatkan jadwal kelas kunjungan ke perpustakaan sekolah.
Bukan hanya mengasah intelektual, sekolah juga melatih jiwa kepemimpinan lewat program pramuka. Ada pula ekstrakulikuler seni untuk siswa yang meminatinya. Di sisi lain, untuk membentuk kemandirian dasar, siswa dilatih tata boga.
Bahkan, SD Inpres 5 Lolu menyiapkan dapur beserta perkakas lengkap. Menurut Sukmawati, anak-anak yang diajarkan keterampilan memasak dapat membantu orang tuanya di rumah serta menjadi bekal di masa depan. Kata Sukmawati, baik program hingga fasilitas yang menyokongnya adalah bagian dari misi memajukan sekolah.
“Waktu saya masuk di sini, saya betul-betul ingin sekolah ini maju dan ada di deretan nama-nama sekolah yang berprestasi di kota Palu. Jadi, saya benahi seluruh aspek,” ucapnya.
Selain itu, ada pula program untuk peningkatan kualitas guru. Seperti di tahun 2025, terdapat lima guru tersertifikasi google usai mengikuti pelatihan Sekolah Rujukan Google. Upaya ini selaras dengan rencana sekolah agar berbasis IT. Kata Kepsek Sukmawati, sekolah harus mengikuti laju perkembangan zaman sebab saat ini siswa lebih tertarik pada hal berbau visual.
“Pokoknya kalo ada guru mau ikut workshop atau apa, saya dukung supaya bermanfaat untuk menambah ilmunya. Sedangkan kurikulum saja selalu berubah. Apa-apa selalu berubah, tidak diam di tempat. Jadi, saya ingin sekali guru-guru ini mengikuti perkembangan zaman terutama di dunia pendidikan,” kata dia.(cr1)
Editor : Nur Soima Ulfa