Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Hadianto menjelaskan bahwa kegiatan turun langsung ke lapangan ini merupakan bentuk respons pemerintah terhadap aspirasi dan keluhan masyarakat.
"Kunjungan ke lapangan hari ini menyahuti apa yang menjadi keluhan masyarakat kepada saya. Masyarakat Layana meminta supaya pemerintah memperhatikan penyeberangan sungai yang biasa dilalui warga. Ketika hujan atau banjir datang, masyarakat sering kesulitan menyeberang, sehingga mereka berharap pemerintah dapat membangun jembatan permanen,” ujar Wali Kota Hadianto.
Lebih lanjut, Wali Kota Hadianto menuturkan bahwa dari hasil peninjauan, kondisi di lapangan saat ini merupakan penanganan sementara yang telah direkayasa oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Palu.
"Ternyata kondisi yang ada hari ini merupakan rekayasa dari Dinas PU untuk mengantisipasi keadaan di lapangan. Ini merupakan langkah penanganan sementara, sambil menunggu pemerintah menyiapkan infrastruktur yang lebih permanen dan sesuai kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Selain meninjau kawasan sungai, Wali Kota Palu juga mengunjungi kawasan UMKM di belakang Universitas Tadulako untuk memastikan kesiapan lokasi tersebut sebagai sentra ekonomi baru. "Kami ingin memastikan kawasan UMKM ini benar-benar siap dan layak dimanfaatkan. Fasilitas dan sarana pendukung lainnya juga harus sudah siap agar bisa digunakan oleh para pelaku usaha,” tambahnya.
Kunjungan lapangan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Palu dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat secara cepat, serta memastikan setiap program pembangunan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi warga kota. (*/ril)
Editor : Nur Soima Ulfa