Program hidroponik berada di bawah tanggung jawab Kasi Pemberdayaan Masyarakat, Sriwati Handayani, dan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Palu. Sriwati menjelaskan program hidroponik dimulai sejak tahun 2022 melalui kerja sama dengan mahasiswa dan kini berkembang pesat di berbagai RW.
“Alhamdulillah, hidroponik ini sangat bagus untuk pendapatan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Sriwati.
Tahun 2025, pemerintah menyalurkan anggaran untuk 10 meja hidroponik yang dikelola oleh Ibu-Ibu PKK di beberapa RW. Dari total sembilan RW di Tanamodindi, baru lima RW yang sudah menerima bantuan tersebut.
“Insya Allah ke depan semua RW akan dapat. Karena menurut Pak Lurah, ikon Tanamodindi nantinya adalah hidroponik,” tambahnya.
Hasil panen berupa seledri dan selada dipasarkan langsung ke masyarakat sekitar, sebagian dijual melalui kerja sama dengan CPM dan toko Frozen. Masa panen berlangsung sekitar dua bulan tergantung kondisi tanaman. “Hari ini kita panen perdana di RW 9. Itu hasil bantuan tahun 2025,” jelas Sriwati.
Keuntungan dari hasil penjualan dialokasikan untuk kas PKK serta digunakan kembali untuk pembelian bibit, listrik, dan kebutuhan operasional. PKK juga menerima Rp50.000 per meja sebagai tambahan kas organisasi. “Kalau nanti hidroponik ini berkembang baik, bisa kita jadikan orang tua asuh stunting,” ujarnya optimis.
Selain bantuan alat, Dinas Pertanian Kota Palu turut memberikan pelatihan pengelolaan hidroponik kepada para pengelola dari tiap RW. Setiap dua meja dikelola oleh 10 anggota PKK, agar mereka lebih terampil dalam penanaman dan panen.
Sementara itu, Lurah Tanamodindi, Ahlan, menegaskan selain fokus pada bidang kesehatan, kelurahan juga terus mendorong pengembangan hidroponik sebagai bentuk ketahanan pangan keluarga. Ahlan menambahkan program ini dikelola oleh kelompok PKK bersama masyarakat di tiap RW. Beberapa RW kini sudah berhasil panen, termasuk RW 7.
“Belum satu bulan pelatihan, mereka sudah panen,” ungkap Ahlan bangga.
Ia menyebutkan bahwa warga kurang mampu menjadi prioritas penerima manfaat. “Kita utamakan yang kurang mampu dulu supaya bisa terbantu secara ekonomi,” jelasnya.
Untuk menjaga keberlanjutan program, Ahlan meminta masyarakat tetap kompak dan saling mendukung. “Yang penting mereka kompak dan saling dukung,” katanya.
Menurutnya, tidak boleh ada rasa iri antarwarga karena program ini ditujukan untuk kebaikan bersama. Kekompakan menjadi kunci keberhasilan program hidroponik yang dijalankan setiap RW.
Ahlan berharap program unggulan ini dapat terus dikembangkan. “Harapan saya, usaha hidroponik ini jangan berhenti,” ucapnya. Ia juga menyarankan agar hasil panen digunakan kembali untuk menambah fasilitas.
“Kalau bisa ke depan, bukan lagi per kelompok, tapi sudah perorangan,” tambahnya. Dengan begitu, diharapkan kesejahteraan warga Tanamodindi dapat meningkat lebih merata. (mg1)
Editor : Nur Soima Ulfa