Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan sekaligus Sekretaris Panitia Harun Rasyid mengatakan acara akan dibuka oleh Wali Kota Palu Hadianto Rasyid. “Tujuan kegiatan ini yang pertama syukuran, melestarikan, dan mengenalkan tradisi Salama yaitu tradisi syukuran Kaili,” ungkap Harun, Senin (14/10/2025).
Kegiatan ini dibuka pukul 20.00 WITA pada Kamis malam dengan menggelar tikar untuk menyantap makanan yang tersedia di baki salama di sepanjang jalan depan Pasar Talise.
“Semua duduk rata melantai, bersila semua. Jadi, pejabatnya, masyarakatnya, pemerintahnya, semua melantai, duduk sama rata. Artinya itu tadi, tidak mengenal etnis, suku, agama, kita sama. Intinya kita di sini itu, tumbuhkan kebersamaan, persaudaraan dalam bermasyarakat khususnya di Valangguni,” paparnya.
Selanjutnya, pada Jumat pagi akan ada senam, jalan santai berhadiah, pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, dan pasar murah. Sementara pada Jumat malam, terdapat pementasan tampilan seni budaya serta fashion show dari sanggar seni etnis Kaili, Bali, serta Jawa.
Pada Sabtu Pagi, lebih dari 20 peserta mengikuti lomba tradisional Mosopu atau lomba sumpit yang digelar di halaman Pasar Talise. Para peserta lomba merupakan masyarakat dari delapan kelurahan di Kecamatan Mantikulore. Pada Sabtu malam, festival rencananya ditutup dengan konser musik oleh vokalis musik rock Indonesia SAHARA yakni Ixan Rantas, serta Resar dari band lokal ADISTA.
Selain itu, festival dimeriahkan dengan pameran seni benda-benda pusaka seperti senjata dan perlengkapan etnis Kaili. Di sepanjang jalan depan pasar Talise juga digelar pasar murah oleh berbagai UMKM.
Pada Festival 1.000 Baki nanti rencananya akan dihadiri oleh Wali Kota Palu dan Wakil Wali Kota Palu, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres), Komandan Rayon Militer (Danramil), serta Camat Mantikulore, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), lembaga adat, dewan kota Palu, KUA kecamatan Mantikulore, dan seluruh warga Valangguni. Selain itu, Harun menyampaikan bahwa fesival ini terbuka untuk masyrakat umum dan gratis.
“Terbuka untuk umum, termasuk warga dari luar silakan datang. Jadi, tidak mengenal suku, etnis, agama, semua kita sama-sama di sini!” tegasnya.
Dia berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan geliat ekonomi di masyarakat sehingga perputaran ekonomi di kelurahan hidup kembali. Festival ini juga akan menjadi event tahunan.(cr1)
Editor : Nur Soima Ulfa