Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Hasil Uji Laboratorium, Sampel MBG di Jalan Anoa Positif Terkontaminasi Logam Berat dan Histamin Melebihi Ambang Batas

Syahril. • Sabtu, 27 September 2025 | 10:24 WIB
DAPUR MBG : Tampak depan dapur MBG di Jalan Anoa, Kelurahan Tatura Selatan, Kota Palu.
DAPUR MBG : Tampak depan dapur MBG di Jalan Anoa, Kelurahan Tatura Selatan, Kota Palu.

RADAR PALU - Hasil uji laboratorium atas sampel ikan goreng di dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) Jalan Anoa, Kelurahan Tatura Utara, Palu Selatan, Kota Palu menunjukan bahwa sampel tersebut diduga mengandung logam berat, zat kimia dan bakteri.

Dalam dokumen hasil uji sampel tertuang, dari 5 jenis logam berat yang diuji, ditemukan bahwa tiga sampel ikan goreng itu positif mengandung Arsen (As) dengan kadar bervariasi mulai dari 1,1 miligram (Mg), 2,8 Mg dan 4,5 Mg, padahal normalnya hanya boleh di angka 0,01 Mg.

Sedangkan 4 logam berat lain seperti timbal (Pb), Cadmium (Cd), merkuri (Hg) serta logam timah (Sn dan Sb) dinyatakan negatif.

Tidak hanya itu, tiga sampel ikan goreng itu juga dinyatakan positif senyawa kimia jenis PK Histamin sebesar 141 Mg, 1858 Mg dan 2009 Mg sedangkan normalnya 0,75 Mg. 

Senyawa kimia ini menurut sumber Radar Palu jika dikonsumsi secara berlebihan oleh manusia akan berpotensi menyebabkan alergi dan gangguan pencernaan seperti diare.

Selain itu dalam sampel ikan, juga ditemukan bakteri Staphylococcus aureus positif <10 koloni/gram sedangkan angka normal bakteri staphylococcus adalah 0 koloni/gram. Bakteri Bacillus cereus juga ditemukan sebanyak 5 koloni/gram dan 40 koloni/gram dari dua sampel ikan tersebut. Sementara parameter Escherecia coli (bakteri ecoli) dan Salmonella hasilnya negatif.

Sampel yang diuji yakni ikan goreng sebanyak 3 sampel, nasi putih, tempe goreng serta sayur capcay wortel dan kol. Sehingga total ada 6 sampel yang diuji dengan parameter uji logam berat (timbal, kadmium, merkuri, timah dan arsen) dan mikrobiologi.

Sebelumnya diberitakan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palu telah mengirimkan sampel yang diambil dari dapur program MBG di Jalan Anoa serta sampel makanan dari sekolah Mts Sis Aljufri dan SMK Bina Potensi Palu. 

Namun Kepala BPOM di Palu, Mardianto saat coba dikonfirmasi mengenai hasil uji lab ini belum memberikan keterangan kepada wartawan. 

Humas BPOM di Palu Hidayat menyebut bahwa pihaknya tidak mempublikasikan hasil lab. “Hasil pengujian sampel dari pihak ketiga dan sampel kasus kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan masuk ke dalam klasifikasi informasi yang dikecualikan berdasarkan UU Nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik,” kata Hidayat.

Namun saat wartawan menelusuri UU Nomor 14 tahun 2008 Bab V tentang informasi yang dikecualikan Pasal 17, media ini belum menemukan satupun poin yang mengecualikan secara jelas terkait penyampaian informasi hasil uji lab dari pihak ketiga dan KLB.

Terpisah, Kepala Dinkes Kota Palu, dr Rochmat Jasin Moenawar menjelaskan bahwa untuk KLB keracunan pangan dari MBG di Anoa yang menjadi penyebabnya adalah kadar histamin yg lebih dari ambang batas sehingga menimbulkan reaksi alergi jika dikomsumsi. 

"Untuk kandungan arsen memang ada ditemukan pada sampel ikannya, itupun tidak semua sampel ikan ditemukan. Tetapi dari gejalanya kemarin bukan karena keracunan arsen," pungkasnya. (ril)

Editor : Syahril.
#BPOM di Palu #MBG di Jalan Anoa