RADAR PALU - Puluhan orang berkumpul di depan gedung DPRD Sulteng, Jalan Samratulangi, Kota Palu, Kamis (4/9/2025) sore.
Mereka membawa atribut berupa poster yang bertuliskan 'Satu Nyawa Terlindas, Sejuta Mata Terbuka' kemudian 'Makan Siang Gratis, Makan Malam Tragis' dan masih ada poster lainnya.
Aksi itu bagian dari Kamisan Palu ke-67 yang mengusung tema 'September Hitam'.
Salah satu ciri khas aksi kamisan adalah penggunaan payung hitam. Warna hitam melambangkan duka yang mendalam, sedangkan payung menggambarkan perlindungan sekaligus keteguhan hati menghadapi ketidakpastian hukum dan politik.
Koordinator Kamisan Palu Aqila mengatakan, bahwa dilaksanakannya kamisan kali ini tidak lain karena mengawal 17 tuntutan yang sudah disampaikan oleh masyarakat pada saat aksi demo beberapa waktu lalu.
"Kali ini kami memfollow up 17 tuntutan yang sudah disampaikan, jadi segala bentuk keresahan masyarakat kali ini dengan adanya kami di kamisan semoga bisa memberikan feedback yang baik," kata Aqila.
Dalam sebuah selebaran dalam aksi tersebut yang berjudul 'Negara Kembali Menunjukkan Wajah Bengisnya' beberapa kritikan dilayangkan.
"Di jalanan, mahasiswa dipukul. Gas air mata mengepung kota. Suara rakyat dibungkam oleh senjata dan sepatu lars. Di bawah rezim ini kekerasan bukan lagi pengecualian, tapi kebiasaan" dikutip dari selebaran.(***)
Editor : Mugni Supardi