RADAR PALU - Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) relawan Global Sumud Flotilla mengaku mengalami penyiksaan saat ditahan pasukan Israel usai pencegatan armada bantuan kemanusiaan menuju Gaza. Pengakuan itu disampaikan setelah sembilan WNI tiba di Istanbul untuk melanjutkan perjalanan pulang ke Indonesia.
Heru, salah satu relawan mengaku mengalami kekerasan fisik selama tiga hingga empat hari masa penahanan. Ia menyebut tubuhnya disetrum dan bagian tulang rusuknya dipukuli saat berada dalam penyekapan.
Beberapa relawan lain juga mengaku tangan mereka diikat dalam waktu lama hingga hampir pingsan. Kondisi tersebut disampaikan para korban saat ditemui aktivis kemanusiaan Chiki Fawzi di Istanbul.
Baca Juga: WNI Dibebaskan Israel, Pemerintah Indonesia Kawal Pemulangan Relawan
Pengakuan para relawan kemudian diunggah melalui akun media sosial @chikifawzi. Dalam video tersebut, Chiki menanyakan langsung perlakuan yang diterima para korban selama ditahan pasukan Israel.
Kronologi Penangkapan Relawan Global Sumud Flotilla
Pasukan Israel mulai mencegat armada bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla pada Senin (18/5/2026). Pencegatan dilakukan bertahap terhadap kapal-kapal yang membawa relawan internasional menuju Gaza.
Baca Juga: Bayang Eskalasi, Israel dan AS Siapkan Skenario Serangan Lanjutan ke Iran
Dalam operasi itu, sejumlah relawan ditangkap, termasuk sembilan WNI yang berada dalam armada bantuan kemanusiaan tersebut. Para relawan kemudian dibawa dan ditahan selama beberapa hari sebelum akhirnya dibebaskan.
Hingga kini belum ada penjelasan resmi terkait dugaan penyiksaan yang disampaikan para relawan. Namun, pengakuan korban menyebut tindakan kekerasan terjadi selama proses penahanan berlangsung.
Kondisi WNI Usai Dibebaskan
Setelah dibebaskan, sembilan WNI relawan Gaza tiba di Istanbul dalam kondisi lelah. Mereka dijadwalkan melanjutkan perjalanan pulang ke Indonesia.
Pengakuan dugaan penyiksaan terhadap relawan kemanusiaan itu menjadi perhatian publik setelah video kesaksian korban beredar di media sosial. Sejumlah relawan tampak menceritakan pengalaman mereka saat berada dalam penyekapan.
Global Sumud Flotilla diketahui merupakan misi bantuan kemanusiaan internasional yang membawa bantuan untuk warga Gaza. Armada tersebut berisi relawan dari berbagai negara.
Pencegatan armada bantuan menuju Gaza oleh pasukan Israel kembali memicu perhatian internasional terhadap keselamatan relawan kemanusiaan di wilayah konflik.***
Editor : Muhammad Awaludin