Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Senat Filipina Bergejolak, Tim Jaksa Sebut Ada Upaya Hambat Impeachment Sara Duterte

Agung Sumandjaya • Jumat, 15 Mei 2026 | 18:09 WIB
nggota tim jaksa pemakzulan DPR Filipina, Ysabel Maria Zamora. FOTO: IST
nggota tim jaksa pemakzulan DPR Filipina, Ysabel Maria Zamora. FOTO: IST

RADAR PALU — Situasi politik di Filipina kian memanas menjelang sidang pemakzulan Wakil Presiden Sara Duterte. Pergantian mendadak pucuk pimpinan Senat Filipina kini disebut bukan sekadar dinamika politik biasa, melainkan berkaitan langsung dengan upaya memengaruhi jalannya sidang impeachment.

Pernyataan itu disampaikan anggota tim jaksa pemakzulan DPR Filipina, Ysabel Maria Zamora, Jumat (15/5). Dalam wawancara dengan radio dzMM, Zamora menilai pergolakan yang terjadi di Senat sengaja dilakukan untuk memberi dampak terhadap proses pemakzulan Sara Duterte.

“Kami tidak bisa mengatakan bahwa ini terpisah dari impeachment. Sangat jelas bahwa pergantian pimpinan Senat itu dilakukan untuk memengaruhi proses pemakzulan,” ujar Zamora.

Baca Juga: Penyegaran Organisasi, Kapolres Buol Pimpin Sertijab Kasat Resnarkoba, Kasihumas dan Kapolsek Biau

Menurutnya, momentum pergantian pimpinan Senat terjadi pada saat DPR Filipina tengah membahas resolusi pemakzulan terhadap putri mantan Presiden Rodrigo Duterte tersebut. Karena itu, ia meyakini manuver politik tersebut tidak mungkin terjadi secara kebetulan.

Sebelumnya, DPR Filipina resmi meloloskan usulan pemakzulan Sara Duterte pada 11 Mei 2026 melalui voting telak 257 suara mendukung dan 25 menolak. Jumlah itu jauh melampaui ambang batas minimum untuk membawa kasus tersebut ke Senat sebagai pengadilan impeachment.

Di tengah proses tersebut, Senat Filipina justru diguncang perubahan besar. Seluruh posisi pimpinan Senat dinyatakan kosong sebelum senator Alan Peter Cayetano akhirnya terpilih sebagai Presiden Senat menggantikan Vicente Sotto III.

Baca Juga: Komnas HAM Cek Langsung Pemenuhan Hak Kelompok Rentan di Palu

Pergantian itu memunculkan spekulasi politik baru, terutama karena mayoritas senator dalam kubu baru diketahui merupakan sekutu keluarga Duterte. Sejumlah senator bahkan disebut telah lebih dulu menunjukkan sikap menolak impeachment sebelum proses pembuktian dimulai.

Dalam sistem ketatanegaraan Filipina, putusan pemakzulan terhadap wakil presiden hanya dapat dijatuhkan apabila mendapat dukungan dua pertiga anggota Senat.

Zamora juga menyinggung berbagai kontroversi lain yang muncul di lingkungan Senat dalam beberapa hari terakhir, mulai dari insiden penembakan di kompleks Senat hingga isu dugaan rencana penangkapan senator Ronald dela Rosa.

Baca Juga: Warga Usul Pembangunan ATM Center di Pelabuhan Donggala

Meski situasi politik memanas, tim jaksa DPR Filipina memastikan tetap fokus mempersiapkan persidangan. Tim yang terdiri dari 11 anggota itu kini tengah merampungkan dokumen, daftar saksi, hingga pembagian tugas pemeriksaan dalam sidang nanti.

“Kami tetap mempersiapkan diri dengan penuh kehati-hatian dan profesionalisme untuk menghadapi persidangan yang baik,” kata Zamora.

Ia menambahkan, seluruh alat bukti dan kesaksian harus disiapkan secara matang jauh sebelum sidang dimulai. Tim jaksa juga berusaha mengabaikan berbagai kegaduhan politik yang berkembang di luar proses hukum.

Di sisi lain, Zamora meminta kelompok masyarakat sipil ikut membantu menjelaskan proses impeachment kepada publik. Menurutnya, masyarakat perlu memahami jalannya persidangan karena banyak istilah hukum yang sulit dipahami orang awam.

Senat Filipina dijadwalkan mulai bersidang sebagai pengadilan impeachment pada 18 Mei 2026 pukul 15.00 waktu setempat. Sidang tersebut diperkirakan menjadi salah satu pertarungan politik terbesar di Filipina tahun ini. (*)

Editor : Agung Sumandjaya
#Filipina #sara duterte #pemakzulan #wakil presiden