RADAR PALU – Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat kurang lebih 16 kilogram yang digagalkan di Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Palu menyisakan tanda tanya besar.
Barang haram tersebut diketahui berhasil lolos dari pemeriksaan sejak bandara asal hingga bandara transit, sebelum akhirnya terdeteksi di Palu.
Kepala Badan Layanan Umum Unit Penyelenggara Bandar Udara (BLU-UPBU) Mutiara Sis Al-Jufri Palu, Prasetiyohadi, mengungkapkan bahwa sabu tersebut berasal dari Bandara Internasional Minangkabau, Padang.
Baca Juga: Sabu 48 Gram Disita, Dua Pelaku Ditangkap di Kayumalue
“Barang itu dari Padang, kemudian transit di Bandara Soekarno-Hatta sebelum tiba di Palu,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Senin (4/5/2026).
Prasetiyohadi yang akrab disapa Tito mengaku bersyukur upaya penyelundupan tersebut berhasil digagalkan oleh aparat saat tiba di Palu.
Namun, ia tidak menampik adanya celah dalam sistem pengawasan yang harus menjadi perhatian serius.
“Lolosnya barang tersebut tidak terdeteksi sejak dari bandara asal hingga transit. Ini tentu menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Baca Juga: Sarifuddin Sudding Sorot Sabu 16 Kg Lolos di Bandara Palu, Desak Bandar Narkoba Ditembak di Tempat
Tito menjelaskan, secara teknologi alat X-ray yang digunakan di bandara mampu mendeteksi barang berdasarkan perbedaan warna dan tingkat kepadatan objek.
Meski demikian, ia membuka kemungkinan adanya faktor lain yang menyebabkan barang tersebut bisa lolos dari pemeriksaan berlapis.
“Secara teknologi, X-ray bisa membaca objek. Tapi jika barang itu bisa lolos, dimungkinkan ada faktor lain, termasuk potensi keterlibatan oknum,” ungkapnya.
Kasus ini kini menjadi sorotan, mengingat jalur distribusi narkotika yang memanfaatkan penerbangan komersial masih menjadi ancaman serius bagi keamanan daerah.
Aparat kepolisian melalui Ditresnarkoba Polda Sulawesi Tengah sebelumnya telah mengamankan barang bukti tersebut untuk proses penyelidikan lebih lanjut.***
Editor : Muhammad Awaludin