RADAR PALU – Perum BULOG Kantor Wilayah (Kanwil) Sulawesi Tengah (Sulteng) terus mempercepat penyaluran jagung pakan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Hingga 7 Oktober 2026, realisasi penyaluran jagung SPHP di Sulteng mencapai 1.232 ton dari total alokasi 1.365 ton atau sebesar 90,24 persen.
Capaian tersebut menunjukkan percepatan penyaluran jagung pakan untuk membantu peternak memperoleh bahan baku dengan harga terjangkau. Melalui program SPHP, BULOG menyalurkan jagung pakan dengan harga Rp5.000 per kilogram sesuai ketetapan pemerintah.
Program ini diharapkan dapat membantu menekan biaya produksi peternak sekaligus menjaga keberlangsungan usaha peternakan rakyat di Sulawesi Tengah.
Baca Juga: Perintah Presiden, Polda Sulteng Gerebek Lokasi Narkoba di Tatanga
Secara nasional, pelaksanaan SPHP jagung juga terus menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan data per 7 Oktober 2026, realisasi penyaluran telah mencapai 185.699 ton dari total alokasi sekitar 241.972 ton atau setara 76,7 persen.
Sementara itu, penyaluran SPHP jagung khusus peternak mikro telah mencapai 112.205,78 ton atau 74,71 persen dari total pagu sebesar 150.171,75 ton.
Perum BULOG terus mengoptimalkan distribusi jagung pakan agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh peternak di berbagai daerah, termasuk peternak mikro yang membutuhkan kepastian pasokan dan harga bahan baku pakan.
Baca Juga: Barang Bukti Kasus Dugaan Pengrusakan di Matarape, Diamankan ke Polres Morowali
Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan percepatan penyaluran SPHP jagung merupakan langkah konkret pemerintah melalui BULOG untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus memastikan peternak mendapatkan akses bahan baku pakan dengan harga yang telah ditetapkan.
“BULOG berkomitmen penuh memastikan jagung tersedia dan dapat diakses oleh para peternak dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Rp5.000 per kilogram. Kami terus mengoptimalkan seluruh jaringan distribusi dan mempercepat penyaluran di berbagai wilayah agar manfaat program ini benar-benar dirasakan oleh peternak,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta.
Menurut Ahmad Rizal Ramdhani, menjaga stabilitas jagung tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan stok, tetapi juga memastikan keberlangsungan usaha peternak sebagai bagian penting dari ketahanan pangan nasional.
Baca Juga: Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Donggala Resmi Dimulai
Hingga saat ini, program SPHP jagung telah menjangkau 151 koperasi dan asosiasi peternak dengan total 7.553 peternak di berbagai wilayah Indonesia.
Penyaluran dilakukan melalui koperasi dan asosiasi peternak yang menjadi mitra distribusi. Mekanisme tersebut diterapkan untuk memastikan distribusi jagung berlangsung tepat sasaran dan sesuai kebutuhan peternak.
Selain mempercepat penyaluran SPHP, BULOG juga menjalankan penugasan pengadaan Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) dari hasil produksi petani dalam negeri.
Pada 2026, pemerintah menetapkan target pengadaan CJP sebesar 1 juta ton. Harga Pembelian Pemerintah (HPP) ditetapkan Rp5.500 per kilogram di tingkat petani dan Rp6.400 per kilogram untuk jagung yang memenuhi standar kualitas di gudang BULOG.
Baca Juga: Curi 40 Kg Cengkeh di Luwuk, Polisi Gerak Cepat Bekuk Pelaku
Penyerapan jagung dalam negeri terus dioptimalkan melalui penguatan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan serta jaringan pengadaan di daerah.
Langkah ini diharapkan memberikan kepastian pasar bagi petani, memperkuat cadangan jagung nasional, serta menjaga keseimbangan antara kepentingan produsen dan kebutuhan peternak.
Dengan realisasi penyaluran yang telah mencapai 90,24 persen di Sulawesi Tengah, BULOG terus mendorong optimalisasi distribusi agar kebutuhan jagung pakan peternak dapat terpenuhi dan stabilitas pasokan tetap terjaga.***
Editor : Rina Abd Halik