RADAR PALU – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mendorong optimalisasi pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai salah satu lini atau ujung tombak pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Sulawesi Tengah.
Maman mengatakan, pemerintah berencana menaikkan plafon KUR pada tahun depan. Hal tersebut dilakukan berdasarkan evaluasi dan catatan pemerintah terhadap pelaksanaan KUR di sejumlah daerah di Indonesia.
“Saya pikir ini juga bisa menjadi salah satu lini ataupun ujung tombak pemerintah provinsi, kabupaten, kota di Sulawesi Tengah. Karena saya melihat bahwa tahun depan KUR nanti akan kita naikkan lagi plafonnya,” ujar Maman dalam kegiatan Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor dan Pengusaha UMKM menuju pasar global pada Senin (28/9/2026).
Baca Juga: Tiga Layanan Publik Banggai Masuk Kajian Survei Kepuasan Masyarakat
Menurutnya, berdasarkan evaluasi yang dilakukan, program KUR di sejumlah titik di Indonesia mampu memberikan stimulus ekonomi bagi masyarakat di daerah.
Namun demikian, Maman menyadari bahwa pelaksanaan program KUR masih menghadapi sejumlah persoalan, terutama terkait akses bagi sebagian pelaku UMKM.
Karena itu, selain mendorong pertumbuhan KUR, Maman berharap kepala daerah turut mensosialisasikan pemanfaatan KUR secara bijak kepada para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
Baca Juga: RDP Lahan Peternakan Wuasa, Mahfud Masuara Minta BPN Pastikan Status Lahan 800 Hektare
“Saya juga berharap kepala-kepala daerah dan kita semua juga menyosialisasikan kepada saudara-saudara kita pengusaha mikro, kecil, dan menengah agar bisa bijak dalam memanfaatkan pinjaman KUR ini,” ujarnya.
Maman mengingatkan, meskipun KUR memiliki bunga yang rendah, penerima pinjaman tetap memiliki kewajiban untuk melunasi pinjaman tersebut.
“Terlepas dari bunganya yang sangat rendah dan kecil, tapi ada kewajiban untuk melunasi pinjaman,” tegasnya.***
Editor : Rina Abd Halik