RADAR PALU – Harga cabai rawit merah di pasar tradisional Kota Palu mengalami kenaikan dalam dua pekan terakhir. Harga cabai kini berada di kisaran Rp95 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagind) Kota Palu, Andriani, mengatakan harga cabai rawit merah di Pasar Manonda saat ini berada pada kisaran Rp95 ribu dan cabai rawit hijau di harga Rp100 ribu per kilogram.
Sementara di Pasar Masomba, harga cabai tercatat lebih tinggi, yakni cabai rawit merah diharga Rp100 ribu per kilogram sementara cabai rawit hijau diharga Rp120 ribu.
Baca Juga: Karhutla Hanguskan 5 Hektare Lahan di Tojo, Pemadaman Masih Berlangsung
“Naiknya sejak dua minggu lalu. Sebelumnya sekitar Rp50 ribu sampai Rp60 ribu,” ujar Andriani kepada Radar Palu pada Rabu (9/9/2026).
Menurutnya, kenaikan harga tersebut salah satunya dipengaruhi oleh kondisi cuaca kering yang berdampak terhadap produksi cabai. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian produksi petani mengalami kegagalan.
Di sisi lain, kebutuhan cabai di Kota Palu masih bergantung pada pasokan dari sejumlah daerah luar, di antaranya Kabupaten Sigi, Palolo, Pantai Barat, hingga Sulawesi Selatan.
Baca Juga: Parkir Dikembalikan ke Area Lapangan Vatulemo, Ini Penjelasan Dishub Palu
“Stok kurang di petani, makanya kita masih mengandalkan pasokan dari luar juga,” jelasnya.
Meski harga mengalami kenaikan, Andriani memastikan stok cabai di tingkat pedagang masih mencukupi. Tingginya harga lebih disebabkan harga pembelian pedagang dari pemasok juga mengalami kenaikan.
“Kalau untuk stok di pedagang mencukupi, cuma harganya yang masih tinggi karena memang mereka beli juga tinggi,” katanya.
Baca Juga: Dinas Koperasi Sulteng Fasilitasi 40 UMKM Kantongi Sertifikat Halal
Untuk menekan ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah, Pemerintah Kota Palu melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian bekerja sama dengan Dinas Pertanian mendorong penanaman cabai di tingkat kelurahan.
Hasil produksi masyarakat nantinya diharapkan dapat dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan pasar tradisional di Kota Palu, seperti Pasar Masomba, Manonda dan Tavanjuka.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan langkah intervensi melalui kegiatan pasar murah. Komoditas yang mengalami kenaikan harga cukup tinggi, termasuk cabai, akan menjadi salah satu bahan kebutuhan pokok yang dapat diintervensi dalam kegiatan tersebut.
Baca Juga: Kemenkum Sulteng Dalami Strategi Penguatan Layanan Bantuan Hukum
Andriani juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah dengan menanam cabai secara mandiri. Menurutnya, langkah sederhana tersebut setidaknya dapat membantu memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga.
“Minimal hasilnya bisa untuk konsumsi keluarga,” ujarnya.
Masyarakat juga diimbau bijak dalam berbelanja agar tidak terjadi pemborosan bahan pangan yang berujung pada makanan terbuang karena tidak dikonsumsi.
Baca Juga: Tantangan Program Berani di Tengah Penurunan Pertumbuhan Ekonomi Sulteng
Terkait potensi penurunan harga cabai, Andriani mengatakan hal tersebut sangat bergantung pada kondisi cuaca dan produksi petani. Jika kondisi cuaca kembali normal, produksi diharapkan meningkat sehingga pasokan bertambah dan harga dapat kembali stabil.
Sementara itu, untuk komoditas kebutuhan pokok lainnya, Andriani menyebut kondisi harga relatif stabil.
“Kalau cuaca sudah normal, semoga produksi bisa bagus,” pungkasnya.***
Editor : Rina Abd Halik