Apindo Sulteng Buka Peluang Investasi, Pengusaha Malaysia Jajaki Kolaborasi

Rony Sandhi • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 11:37 WIB
Pengurus DPP Apindo Sulteng bersama pengusaha dan tokoh bisnis asal Malaysia dalam pertemuan di Kota Palu, Jumat (4/9/2026)
Pengurus DPP Apindo Sulteng bersama pengusaha dan tokoh bisnis asal Malaysia dalam pertemuan di Kota Palu, Jumat (4/9/2026)

RADAR PALU – Dewan Pimpinan Provinsi Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPP APINDO) Sulawesi Tengah (Sulteng) membuka ruang komunikasi investasi dengan sejumlah pengusaha dan tokoh bisnis asal Malaysia.

Langkah tersebut dilakukan melalui Business Dinner APINDO Sulteng yang digelar di Depot Sehati, Kota Palu, Jumat (4/9/2026). 

Pertemuan itu menjadi momentum silaturahmi sekaligus penjajakan potensi kolaborasi bisnis lintas negara.

Baca Juga: APINDO Sulteng Dorong Warkop Harapan Jadi Warisan Kuliner Kota Palu

Sekretaris DPP APINDO Sulteng, Ito Lawputra, mengatakan pertemuan tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas jejaring dunia usaha sekaligus membangun komunikasi dengan calon mitra internasional.

Menurutnya, kehadiran sejumlah pengusaha Malaysia menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi dan peluang usaha yang dapat dikembangkan di Sulawesi Tengah.
“Ini merupakan silaturahmi untuk membangun komunikasi dan menjajaki potensi kolaborasi lintas negara ke depan. Kami tentu berharap komunikasi ini dapat berkembang menjadi kerja sama konkret,” ujar Ito.

Baca Juga: Dari Palu untuk NTT, PSMTI-APINDO Sulteng Bantu Korban Bencana NTT

Pertemuan tersebut turut dihadiri Dr. I Nyoman Slamet, S.Pd., M.Si., anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah periode 2024–2029, Direktur Utama Perumda Kota Palu Sulaeman A. Rasyid, S.Kom., MM, serta sejumlah tokoh lainnya.

Dari Malaysia, hadir Eric Tan, CEO TTL Group of Companies; Raj Kumar Sheth, Presiden Masyarakat Vegetarian Malaysia sekaligus konsultan manajemen dan bisnis, analisis data, asuransi serta investasi real estate.

Hadir pula Dato’ Pardip Kumar Kukreja, Executive Chairman Paradise Group dan Ketua Tara Foundation. Pengalamannya di sektor perjalanan, pariwisata dan penerbangan menjadi salah satu potensi jejaring bisnis yang dapat dikembangkan.

Baca Juga: Rakerkonas APINDO ke-35 Dibuka di Makassar, Soroti Reformasi Hulu Sektor Riil untuk Perkuat Investasi dan Daya Saing

Selain itu, terdapat Dato’ S. Vismanathan, Senior Advisor & Director Spark Consulting Malaysia, yang memiliki perhatian terhadap elektrifikasi industri, transisi kendaraan listrik (EV), infrastruktur pengisian daya, energi terbarukan dan pembangunan berkelanjutan.

Sementara Himanshu Bhatt, Managing Editor The Sun Malaysia, juga turut dalam pertemuan tersebut.
Ito mengatakan keberagaman latar belakang para tamu membuka peluang pembahasan kerja sama yang lebih luas. Tidak hanya investasi, tetapi juga sektor pariwisata, energi, teknologi, ekonomi kreatif dan pengembangan bisnis.
“Yang paling penting dari pertemuan ini adalah membangun komunikasi terlebih dahulu. Dari komunikasi dan silaturahmi seperti ini, kita bisa melihat potensi apa yang dapat dikolaborasikan antara pelaku usaha di Sulteng dan mitra dari Malaysia,” katanya.

Menurut Ito, Sulawesi Tengah memiliki berbagai potensi yang dapat ditawarkan kepada investor, mulai dari sumber daya, industri, pariwisata hingga sektor usaha lainnya.

Baca Juga: APINDO Apresiasi Ekspansi Marugame Udon ke Palu, Dorong Ekonomi Daerah

APINDO Sulteng, kata dia, siap menjadi jembatan komunikasi antara dunia usaha daerah dengan calon mitra dan investor dari luar negeri.
“Harapannya, pertemuan ini tidak berhenti pada business dinner. Kami ingin komunikasi terus berlanjut dan ada tindak lanjut yang bisa memberikan manfaat bagi dunia usaha serta perekonomian Sulawesi Tengah,” tegasnya.

Senada dengan itu, Bidang Pengusaha Muda Kreatif APINDO Sulteng, Decky Danadi Chandra, menilai pertemuan tersebut menjadi ruang strategis bagi pelaku usaha lokal, khususnya pengusaha muda, untuk membuka jejaring bisnis internasional.
“Peluang yang baik sekali untuk menjajaki kerja sama bisnis, termasuk bidang ekonomi kreatif yang juga bisa melibatkan pengusaha-pengusaha muda,” ujar Decky.

Baca Juga: Ketua APINDO Sulteng Minta Pelaku Usaha Tanjung Karang Pasang Daftar Harga untuk Hindari Keluhan Wisatawan

Ia berharap komunikasi yang terbangun dengan pengusaha Malaysia dapat berlanjut pada pembahasan yang lebih konkret, sehingga memberikan ruang bagi pelaku usaha Sulteng untuk memperluas pasar dan mengembangkan kemitraan lintas negara.***

Editor : Rony Sandhi
Pengusaha Malaysia Kerja Sama Bisnis APINDO Sulteng Ekonomi Kreatif Investasi Sulteng