Pemkot Palu Tak Cari Untung dari Hasil Tani, Fokus Stabilkan Harga Pangan

Rina Khalik • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 09:38 WIB
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid saat ikut panen bawang merah di kelurahan Duyu. (Rina/Radar Palu).
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid saat ikut panen bawang merah di kelurahan Duyu. (Rina/Radar Palu).

RADAR PALU – Pemerintah Kota Palu menegaskan dukungan terhadap sektor pertanian bukan untuk mencari keuntungan, melainkan menjaga ketersediaan komoditas sekaligus menekan gejolak harga pangan di pasaran.

Wali Kota Palu Hadianto Rasyid mengatakan, pemerintah memberikan dukungan mulai dari benih, pupuk hingga pendampingan kepada masyarakat yang memiliki lahan dan bersedia mengembangkan komoditas pangan.

Menurutnya, masyarakat cukup memanfaatkan lahan yang dimiliki dan melakukan penanaman. Sementara kebutuhan pendukung produksi akan diupayakan pemerintah melalui program yang dijalankan bersama dinas terkait dan para penyuluh.

Baca Juga: Komisi A DPRD Palu Dorong Penambahan 10-15 Armada Pengangkut Sampah

“Pemerintah betul-betul hanya memberikan benih, memberikan penguatan. Kita tidak berharap yang lain,” kata Hadianto kepada media saat ditemui pada Senin (31/8/2026).

Ia menegaskan, setelah masyarakat melakukan panen, pemerintah juga siap kembali memberikan dukungan apabila petani membutuhkan tambahan benih untuk melanjutkan produksi.

Orientasi utama program tersebut, lanjut Hadianto, adalah menciptakan dampak terhadap kestabilan pasokan dan harga komoditas di Kota Palu.

Baca Juga: Komisi B DPRD Palu Dalami Perubahan Anggaran 2026, Soroti Sinkronisasi Data

“Yang diharapkan oleh pemerintah adalah dampak. Terjadinya stabilisasi, kestabilan harga di pasar,” ujarnya.

Salah satu komoditas yang tengah didorong adalah bawang merah. Di Duyu, hasil panen dari lahan sekitar 1.000 meter persegi mencapai sekitar 400 kilogram bawang merah.

Dengan harga bawang merah yang disebut berada di kisaran Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram, hasil tersebut diharapkan mampu memberikan tambahan pendapatan sekaligus memperkuat ekonomi keluarga petani.

Baca Juga: Komisi C DPRD Palu Akan Panggil Dishub Bahas Jukir 

Hadianto mengatakan, pola serupa akan terus didorong pada sejumlah komoditas lainnya, seperti cabai, tomat, sawi dan kangkung. Pemerintah juga berencana memperluas dukungan ke sektor perikanan, seperti ikan air tawar.

Pemkot Palu juga akan membantu penyaluran hasil produksi ke pasar. Menurut Hadianto, pemerintah tidak akan mengambil keuntungan dari hasil pertanian masyarakat.

“Tanpa pemerintah Kota Palu mengambil keuntungan apa-apa dari petani,” tegasnya.

Baca Juga: Musda Guntur Minta OPD Morut Cermat Susun APBD

Ia berharap keberhasilan panen di sejumlah wilayah dapat menjadi contoh bagi masyarakat lainnya untuk ikut memanfaatkan lahan produktif.

Di sisi lain, pemerintah akan melakukan pemetaan dan evaluasi terhadap wilayah yang hasil panennya belum optimal. Langkah tersebut diperlukan untuk mengetahui kendala di lapangan sehingga produksi dapat lebih stabil.

“Sehingga nanti bisa diketahui di mana kendalanya, sehingga kita bisa melakukan panen yang stabil. Nanti pasar juga ikut benar-benar stabil,” tandasnya.***

Editor : Rina Khalik
Kelurahan Menanam Mantap Pangan Stabilitas Pangan Ketahanan pangan Pemkot Palu