RADAR PALU – Pemerintah Kota Palu terus mematangkan rencana revitalisasi kawasan di Pasar Inpres Manonda sebagai upaya menata aktivitas perdagangan sekaligus meningkatkan kenyamanan pedagang dan masyarakat yang berbelanja.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Palu, Irmawati, mengatakan revitalisasi tersebut difokuskan pada pembangunan lapak bagi pedagang tidak tetap yang selama ini berjualan di badan jalan maupun di kawasan lingkar luar Pasar Inpres Manonda.
Menurutnya, konsep penataan yang diterapkan berupa pembangunan lapak sederhana dengan desain yang telah disiapkan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Palu.
Baca Juga: Unik! Momen Yudisium, Mahasiswa Sulap Kertas Revisi Skripsi Jadi Buket Bunga
"Peruntukannya untuk membangun lapak bagi pedagang tidak tetap yang berjualan di badan jalan di sekitar pasar, dan desainnya telah disiapkan oleh Dinas PU Kota Palu," ujar Irmawati, Jumat (31/7/2026).
Ia menjelaskan, saat ini perencanaan revitalisasi masih dalam tahap penyusunan oleh instansi teknis terkait. Adapun jadwal pelaksanaan pembangunan sepenuhnya menjadi kewenangan Dinas PU Kota Palu.
Selain pembangunan lapak, kawasan tersebut juga akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti area parkir, toilet umum, serta ruang terbuka hijau berupa taman untuk mempercantik lingkungan pasar.
Baca Juga: LPS Gencarkan Literasi Keuangan di Palu, Edukasi Masyarakat hingga Pelajar Lewat Beragam Kegiatan
Irmawati memastikan, selama proses pembangunan tidak akan dilakukan relokasi pedagang. Pasalnya, lokasi yang akan dibangun berada di kawasan eks Terminal Manonda, bukan di area utama Pasar Induk Manonda.
"Selama proses pembangunan belum ada relokasi pedagang karena lokasi yang dibangun berada di eks Terminal Manonda, bukan di dalam pasar induk," jelasnya.
Ia berharap revitalisasi ini mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Dengan tersedianya lapak yang lebih layak, pedagang dapat menjalankan usahanya dengan lebih nyaman, terlindungi dari panas dan hujan, serta terhindar dari risiko kecelakaan akibat berjualan di badan jalan.
Baca Juga: Menembus Sungai dan Jalan Berbatu, Mencari Potret Ekonomi dari Uwentumbu
Selain penataan fisik, pemerintah juga akan melakukan pembinaan kepada para pedagang melalui sosialisasi mengenai kebersihan lingkungan, keamanan, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) agar tercipta pasar yang bersih, tertib, dan nyaman.
"Pedagang nantinya akan lebih nyaman karena terlindungi dari panas dan hujan, serta lebih aman dari risiko kecelakaan lalu lintas. Kami juga akan memberikan pembinaan agar pasar menjadi lebih bersih dan tertata," katanya.
Menurut Irmawati, pasar tradisional yang tertata dengan baik memiliki daya saing tinggi karena menawarkan harga yang relatif terjangkau serta budaya tawar-menawar yang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
Baca Juga: Syarifudin Hafid Soroti Kecelakaan Kerja di PT BTIIG
Tak hanya meningkatkan aktivitas ekonomi, revitalisasi Pasar Inpres Manonda juga diharapkan mampu mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palu melalui optimalisasi pengelolaan kawasan pasar.
Ia pun mengajak seluruh pedagang untuk mendukung program penataan tersebut. Dengan lingkungan pasar yang lebih rapi, bersih, dan nyaman, Pasar Inpres Manonda diharapkan menjadi salah satu pusat perdagangan yang semakin diminati masyarakat sekaligus menjadi daya tarik bagi pengunjung yang datang ke Kota Palu. ***
Editor : Rina Khalik