Garuda Buka Rute Langsung Palu - Guangzhou Mulai 6 Agustus, Terbang Seminggu Sekali

Mugni Supardi • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 13:17 WIB
Garuda Indonesia dipastikan membuka penerbangan internasional langsung rute Palu–Guangzhou, Tiongkok, mulai 6 Agustus 2026.(Mugni Supardi)
Pesawat Garuda Indonesia lepas landas dari Bandara Internasional Mutiara Sis Aljufri Palu, Selasa (21/7/2026). Maskapai ini dipastikan membuka penerbangan internasional langsung rute Palu–Guangzhou, Tiongkok, mulai 6 Agustus 2026.(Mugni Supardi)

RADARPALU - Garuda Indonesia dipastikan membuka penerbangan internasional langsung rute Palu–Guangzhou, Tiongkok, mulai 6 Agustus 2026.

Rute charter yang beroperasi satu kali setiap pekan itu menjadi tonggak baru konektivitas internasional Sulawesi Tengah sekaligus mendukung mobilitas penumpang dari dan menuju kawasan industri.

General Manager Garuda Indonesia Palu, Muhammad Hafiz Arsan Haq, mengatakan pembukaan rute tersebut berawal dari permintaan perusahaan pencarter kepada Garuda Indonesia untuk melayani penerbangan langsung dari Palu menuju Guangzhou.

Baca Juga: Jembatan III Palu Akan Diperkuat, Komisi C Pastikan Anggarannya Masuk APBD Perubahan 2026

“Awalnya dari pihak pencarter yang mengajukan ke Garuda Indonesia. Kemudian ditindaklanjuti dan akhirnya dibuka penerbangan ini,” ujar Hafiz.

Ia menjelaskan, selain Garuda Indonesia, maskapai China Southern Airlines juga direncanakan melayani rute Palu–Guangzhou, sehingga akan semakin memperkuat konektivitas internasional dari Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu.

Menurut Hafiz, penerbangan Garuda akan dimulai pada 6 Agustus 2026 dengan frekuensi satu kali setiap pekan, setiap hari Kamis. Pesawat akan berangkat dari Jakarta menuju Palu sebelum melanjutkan penerbangan internasional ke Guangzhou.

Baca Juga: Peserta Seleksi Laporkan Dugaan Ketidaktransparanan Dewas Perumda Palu, Pansel Tegaskan Sudah Sesuai Aturan

“Pesawat dari Jakarta tiba di Palu sekitar pukul 17.30 Wita, kemudian melanjutkan penerbangan ke Guangzhou sekitar pukul 20.30 Wita,” katanya.

Setibanya di Guangzhou sekitar tengah malam waktu setempat, pesawat dijadwalkan kembali terbang menuju Palu sekitar pukul 02.30 dan tiba di Palu sekitar pukul 06.00 Wita.

Hafiz menjelaskan, rute tersebut berbeda dengan layanan reguler Garuda Indonesia dari Jakarta menuju sejumlah kota di Tiongkok seperti Guangzhou, Hong Kong, dan Beijing.

 

“Kalau ini penerbangan langsung dari Palu ke Guangzhou, sehingga tidak mengganggu penerbangan reguler Garuda yang sudah ada dari Jakarta,” jelasnya.

Ia mengatakan seluruh penjualan tiket dikelola oleh pihak pencarter. Garuda Indonesia bertindak sebagai operator penerbangan, sementara pengelolaan penumpang sepenuhnya menjadi tanggung jawab perusahaan pencarter.

“Yang menjual tiket adalah pencarternya. Kami menyiapkan operasional penerbangannya,” ujarnya.

Baca Juga: Ombudsman Mulai Nilai Pelayanan Publik Sulteng, Layanan Rumah Sakit Jadi Perhatian

Rute tersebut direncanakan berlangsung sekitar dua bulan hingga Oktober 2026 dengan evaluasi lanjutan berdasarkan kebutuhan pencarter.

“Untuk sementara sekitar sampai Oktober. Setelah itu akan dievaluasi dan kami berharap bisa berlanjut,” katanya.

Garuda akan mengoperasikan pesawat Boeing 737-800 (B738) dengan kapasitas 12 kursi kelas bisnis dan 150 kursi kelas ekonomi. Namun, untuk penerbangan jarak jauh, jumlah penumpang yang diangkut akan disesuaikan dengan kebutuhan bahan bakar pesawat.

Baca Juga: Polisi Tangkap Pencuri 15 Gram Emas di Lawanga Tawongan

“Jumlah penumpang setiap penerbangan belum tetap. Biasanya baru diinformasikan oleh pencarter sekitar H-2 sebelum keberangkatan,” jelas Hafiz.

Terkait penerbangan perdana, Garuda Indonesia bersama pengelola Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu masih berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk menggelar seremoni pelepasan penerbangan internasional perdana tersebut.

Ia menambahkan, dari sisi operasional maskapai tidak terdapat perbedaan signifikan dibanding penerbangan domestik. Persiapan terbesar justru berada di sisi bandara, khususnya kesiapan fasilitas Customs, Immigration and Quarantine (CIQ), terminal internasional, serta sistem pendukung pelayanan penumpang internasional.

 

“Kalau di maskapai kurang lebih sama. Yang perlu dipastikan adalah kesiapan fasilitas internasional di bandara seperti bea cukai, imigrasi, dan karantina,” pungkasnya.***

Editor : Mugni Supardi
Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Muhammad Hafiz Arsan Haq Palu Guangzhou penerbangan internasional Garuda Indonesia