RADARPALU - Sebagai bentuk perhatian terhadap pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Provinsi Sulawesi Tengah dalam menghadapi tantangan ekonomi global, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Keluarga Minang Wilayah Sulteng melaksanakan pelatihan kewirausahaan dan pemberdayaan yang di ikuti 80 UMKM.
Ketua Panitia Pelatihan Kewirausahaan dan Pemberdayaan UMKM, Rudi Zulkarnain mengatakan bahwa penguatan sektor domestik melalui UMKM merupakan kunci utama dalam ketahanan ekonomi.
Namun untuk mentransformasi dari sekedar bertahan hidup menjadi bisnis yang berkelanjutan, para pelaku UMKM membutuhkan modal intelektual, ilmu kewirausahaan serta akses modal finansial.
Baca Juga: Kanwil Kemenkum Sulteng Bangun Kolaborasi Lindungi Karya Musik Lokal
“Berangkat dari kesadaran tersebut, DPW IKM Sulteng menginisiasi sebagai bentuk konkret pemberdayaan anggota atau UMKM,” ujar Rudi Zulkarnain kepada media saat ditemui pada Sabtu (18/7/2026).
Pada kesempatan itu, Rudi menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut bertujuan untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan, pola pikir, serta membentuk pelaku usaha yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing serta pemberdayaan melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha, mulai dari peningkatan produksi, standardisasi produk hingga digitalisasi pemasaran.
“Selain itu juga untuk memperluas pemahaman pelaku UMKM mengenai digitalisasi keuangan dan akses permodalan melalui fasilitas perbankan dan pembiayaan, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR),” ujarnya.
Baca Juga: Kanwil Kemenkum Sulteng Perkuat Perlindungan Hak Cipta Musisi Daerah
Sementara itu, Dewan Penasihat IKM Sulteng, Zalzulmida Djanggola mengatakan bahwa masyarakat Minang pada umumnya telah memiliki jiwa berdagang, sehingga perlu diberikan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan melalui pelatihan usaha.
Ia juga menjelaskan bahwa dalam pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan pelaku UMKM yang hadir dalam kegiatan tersebut.
“Selama ini mereka memiliki inisiatif dan kreativitas untuk berdagang dan mencari penghasilan, namun masih membutuhkan bimbingan serta pengetahuan dalam mengembangkan usaha,” jelasnya.
Baca Juga: Ahmad Ali Deklarasikan Kembali AAC, Fokus Jadi Wadah Kemanusiaan di Sulteng
Zalzulmida juga mengatakan bahwa perkembangan teknologi digital menuntut pelaku UMKM memahami cara memasarkan produk secara lebih mudah, memperbaiki kemasan, mengetahui klasifikasi usahanya, hingga mampu mengelola keuangan.
Ia berharap, ke depan akan ada pelatihan lanjutan dengan dukungan dari perbankan maupun pemerintah daerah, sehingga UMKM di Sulawesi Tengah tidak lagi menjalankan usaha secara manual, melainkan mampu berkembang seperti di daerah lain dalam memasarkan produk mereka.
“Mudah-mudahan, berikutnya akan ada lagi pelatihan dalam meningkatkan produk pelaku usaha di sulteng,” harapnya.(rna)
Editor : Mugni Supardi