Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

TPID Palu Siapkan Langkah Pengendalian Inflasi, Produksi Lokal Jadi Prioritas

Rina Khalik • Senin, 13 Juli 2026 | 16:00 WIB
Asisten II Bidang Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Palu, Rahmad Mustafa.(Rina Abd Halik)
Asisten II Bidang Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Palu, Rahmad Mustafa.(Rina Abd Halik)

RADARPALU - Pemerintah Kota (Pemkot) Palu melalui Bagian Ekonomi Setda Kota Palu melaksanakan rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Palu, sebagai bentuk evaluasi dalam membahas perkembangan inflasi di kota Palu. Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah OPD terkait di kota Palu. 

Asisten II Bidang Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Palu Rahmad Mustafa mengatakan, rapat koordinasi TPID tersebut menekankan pentingnya keseriusan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menjalankan program pengendalian inflasi.

“Ibu Wakil Wali Kota sangat konsen dan sangat serius terhadap keseriusan OPD dalam melakukan pengendalian inflasi daerah. Mulai dari rencana, aksinya termasuk pelaporan,” ujar Rahmad kepada Radar Palu saat ditemui pada Senin (13/7/2026).

Baca Juga: KPP Pratama Palu Rayakan Hari Pajak dengan Donor Darah dan Bazar UMKM

Menurutnya, seluruh program yang berkaitan dengan pengendalian inflasi harus dilaksanakan sesuai rencana dan dilaporkan tepat waktu agar seluruh upaya pengendalian inflasi berjalan secara terstruktur.

“Ini harus benar-benar dilaksanakan sesuai dengan time line waktunya dan harus dilaksanakan sesuai dengan perencanaannya. Sehingga program kita dalam menekan inflasi ini sesuai dan terstruktur,” katanya.

Selain melakukan evaluasi, rapat TPID juga membahas perkembangan inflasi Kota Palu pada Juni. Berdasarkan paparan BPS kota Palu, inflasi Kota Palu masih menjadi yang terendah di Sulawesi Tengah meski mengalami sedikit kenaikan dan tetap berada dalam kisaran yang terkendali.

Baca Juga: Pemkot Palu dan BI Kampanyekan QRIS melalui Jelajah Kuliner Indonesia 2026

Menindaklanjuti hasil evaluasi tersebut, Pemkot Palu akan melanjutkan berbagai program rutin pada Juli, di antaranya pasar keliling (Gadenolumako) dan gerakan pangan murah. Pemkot juga akan memastikan ketersediaan komoditas di pasar melalui kerja sama dengan daerah lain.

Di samping itu, mengevaluasi perkembangan program Palu Mapan sebagai salah satu inovasi Pemkot Palu. Evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan program tersebut memberikan dampak terhadap pengendalian inflasi dan pertumbuhan ekonomi di Kota Palu.

“Itu dievaluasi sudah sejauh mana progresnya dan seperti apa dampaknya terhadap pengendalian inflasi di kota Palu,” ujarnya. 

 

Rahmad juga menyampaikan bahwa evaluasi terhadap perkembangan inflasi menjadi dasar dalam menentukan langkah pengendalian pada Juli, termasuk menjaga stabilitas harga sejumlah komoditas seperti tomat, cabai, dan bawang.

Menurutnya, seluruh OPD memiliki peran dalam mendukung pengendalian inflasi, termasuk Dinas Pertanian yang terus didorong meningkatkan produksi lokal agar kebutuhan pasar di Kota Palu dapat dipenuhi dari hasil produksi daerah.

“Semua dinas tadi ada. Jadi ini mendorong seperti dinas pertanian tadi bagaimana caranya mendorong produktivitas lokal kita agar mengutamakan pasar kita dulu,” pungkasnya.(rna)

Editor : Mugni Supardi
#Rahmad Mustafa #produksi lokal #TPID Kota Palu #pengendalian inflasi #Inflasi Kota Palu