RADARPALU - Kelangkaan minyak goreng bersubsidi MinyaKita mulai dirasakan di sejumlah pasar di Kota Palu.
Stok yang sulit diperoleh selama hampir satu bulan terakhir membuat harga di tingkat pengecer naik hingga mencapai Rp22 ribu per liter, jauh di atas harga eceran yang biasa diterima masyarakat.
Salah seorang pedagang di pasar Inpres Manonda, Rais mengatakan bahwa kelangkaan MinyaKita sudah berlangsung sekitar tiga minggu hingga hampir satu bulan.
“Kalau yang dari Bulog setahu saya yang bantal. Harganya terakhir itu ada Rp16 ribu, Rp17 ribu,” ujar Rais saat ditemui pada Jumat (12/6/2026).
Kondisi tersebut memberikan dampak ditingkat pengecer dan selain sulit didapatkan, terbatasnya pasokan juga menyebabkan harga minyakita di tingkat pengecer naik hingga mencapai Rp22 ribu per liter.
Selain minyakita, Rais menyebutkan bahwa kelangkaan juga terjadi pada sejumlah minyak goreng premium dalam beberapa waktu terakhir.
Baca Juga: Limbad Besuk Haji Bolot di RS Fatmawati, Doakan Sang Komedian Senior Cepat Sembuh
“Premium itu seperti sanco dan bimoli, kan naik semua,” katanya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin menjelaskan bahwa kelangkaan minyakita disebabkan dengan adanya gerakan pangan atau penyaluran Bantuan Pangan (Banpang).
Meski begitu, ia menyampaikan bahwa penyaluran minyakita ke pasar akan kembali normal.
“Tadi sudah bicara dengan teman-teman dari Bulog, insyaAllah minggu depan sudah mulai normal kembali untuk yang minyakita,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Imelda menyampaikan bahwa untuk menekan harga dan membantu masyarakat dalam berbelanja kebutuhan pangan Pemerintah Kota Palu akan mengadakan pasar murah, pasar tani serta gadenolumako.
“InsyaAllah itu bisa membantulah menurunkan harga-harga di pasar dan inflasi tidak terjadi,” pungkasnya.(rna)
Editor : Mugni Supardi