Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Setelah Sempat Anjlok Rp1.000 per Kg, Harga Tomat di Tingkat Petani Tembus Rp9 Ribu per Kg

Rina Khalik • Selasa, 9 Juni 2026 | 08:24 WIB
HARGA PASAR NAIK : Petani tomat di Kota Palu saat memanen di kebunnya beberapa waktu lalu.(ISTIMEWA)
HARGA PASAR NAIK : Petani tomat di Kota Palu saat memanen di kebunnya beberapa waktu lalu.(ISTIMEWA)

RADARPALU - Kenaikan harga tomat dalam hampir satu bulan terakhir membawa angin segar bagi petani di Kota Palu. 

Setelah sempat terpuruk hingga hanya Rp1.000 per kilogram, harga tomat di tingkat petani kini mencapai Rp8.000 hingga Rp9.000 per kilogram dan dinilai cukup menguntungkan bagi pelaku usaha tani.

Salah seorang petani tomat, Dasuki, mengatakan harga tomat dari kebun saat ini berada di kisaran Rp8 ribu hingga Rp9 ribu per kilogram. Sementara itu, harga eceran di pasar mencapai sekitar Rp15 ribu per kilogram.

Baca Juga: Nasyiatul Aisyiyah Dorong Perempuan Cerdas Kelola Keuangan Rumah Tangga

"Ya sangat bersyukurlah, ini harganya masih lumayan. Sekarang dari kebun itu Rp8 ribu sampai Rp9 ribu, ada kenaikan sedikit. Kalau harga ecer di pasar itu Rp15 ribuan," ujarnya.

Menurutnya, kenaikan harga tersebut telah berlangsung hampir satu bulan. Bahkan, kenaikan sudah terjadi sebelum Idul Adha dan hingga kini masih tergolong stabil.

"Sudah hampir satu bulan naik. Sebelum Idul Adha sudah ada kenaikan. Masih stabil lah," katanya.

Baca Juga: Beredar Video Siluet di Gorden Jendela Hotel Palu Jadi Sorotan Warga

Ia menjelaskan, kondisi saat ini jauh lebih baik dibanding sebelumnya ketika harga tomat sempat anjlok hingga hanya Rp1.000 sampai Rp1.500 per kilogram.

"Dari sebelumnya kan anjlok harga sampai Rp1.000 sampai Rp1.500 per kilogram," ungkapnya.

Untuk pemasaran hasil panen, Dasuki mengatakan tomat yang diproduksi petani disuplai kepada pedagang yang datang menjemput langsung, termasuk tengkulak dari Palu. "Stok disuplai, ada yang jemput, tengkulak di Palu," tuturnya.

 

Sementara itu, petani tomat lainnya, Sehan, menjelaskan proses budidaya tomat dari tahap pembibitan hingga siap tanam membutuhkan waktu sekitar 17 hingga 20 hari.

Menurutnya, kondisi cuaca saat ini turut memengaruhi budidaya tomat. Curah hujan yang tinggi dinilai menguntungkan pada masa penanaman, namun menjadi tantangan ketika memasuki masa panen.

Meski demikian, Sehan mengaku para petani tetap bersyukur dengan kondisi harga tomat saat ini.

Baca Juga: Konsolidasi Pelayanan Publik Perkuat Integritas Dan Transparansi Birokrasi

"Untuk sekarang petani tomat ya Alhamdulillah bersyukur sekali untuk harga yang sekarang terus dengan kondisi yang sekarang ini," pungkasnya.(rna)

Editor : Mugni Supardi
#harga tomat Palu #petani tomat Palu #harga tomat naik #tomat Sulawesi Tengah #harga sayuran Palu