Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Inflasi Sulteng Mei 2026 Capai 2,77%, Transportasi Jadi Penyumbang Utama

Muhammad Awaludin • Rabu, 3 Juni 2026 | 10:46 WIB
Aktivitas warga di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Palu. BPS Sulawesi Tengah mencatat inflasi Mei 2026 sebesar 0,27 persen secara bulanan dan 2,77 persen secara tahunan. Sektor transportasi menjadi penyumbang utama kenaikan harga.(Gambar ilustrasi)
Aktivitas warga di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Palu. BPS Sulawesi Tengah mencatat inflasi Mei 2026 sebesar 0,27 persen secara bulanan dan 2,77 persen secara tahunan. Sektor transportasi menjadi penyumbang utama kenaikan harga.(Gambar ilustrasi)

 

RADAR PALU – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah merilis data inflasi terbaru untuk bulan Mei 2026. Hasilnya, secara tahunan inflasi di Sulteng tercatat sebesar 2,77 persen. Sektor transportasi menjadi penyumbang utama kenaikan harga pada periode ini.

Data BPS yang dirilis Selasa (2/6/2026) menunjukkan, inflasi bulanan (month to month) Mei 2026 sebesar 0,27 persen. Sementara inflasi tahun kalender (year to date) mencapai 1,98 persen. 

Kelompok transportasi memberikan andil inflasi sebesar 0,16 persen. Angka ini menjadi yang tertinggi dibanding kelompok lainnya. Selain itu, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga juga ikut menyumbang dengan andil 0,08 persen. 

Baca Juga: Pansus Dibubarkan, Komposisi AKD Fraksi PDIP di DPRD Sulteng Berubah

Secara bulanan, kelompok transportasi tercatat naik 1,28 persen. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya naik 0,50 persen, sementara kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran meningkat 0,39 persen. 

Kabar Baiknya, Harga Pangan Turun 

Di sisi lain, ada kabar baik untuk masyarakat. Kelompok makanan, minuman dan tembakau justru mengalami deflasi 0,31 persen. Artinya, harga di kelompok ini cenderung turun sehingga bisa menahan laju inflasi agar tidak lebih tinggi.

Baca Juga: 13 Kali Berturut-turut Raih WTP, Mohammad Safri: Bukti Pengelolaan Keuangan Daerah Clean and Clear

BPS mencatat, komoditas yang menjadi pemicu utama inflasi bulanan antara lain angkutan udara, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, cabai merah, beras dan mi kering instan. 

Sementara komoditas yang memberikan andil deflasi atau penurunan harga paling besar adalah cabai rawit, bawang merah dan telur ayam ras.

Kalau dilihat dari kacamata tahunan (year on year) sebesar 2,77 persen, kelompok makanan, minuman dan tembakau justru menjadi penyumbang terbesar dengan andil mencapai 1,05 persen. Komoditas seperti beras, tomat dan minyak goreng masih dominan memicu kenaikan harga.

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menyumbang andil 0,89 persen untuk inflasi tahunan. Ini dipicu oleh naiknya harga emas perhiasan, hand body lotion dan pasta gigi. 
Sektor transportasi di level tahunan memberikan andil 0,24 persen. Komoditas utama penyumbangnya adalah angkutan udara, sepeda motor dan solar. 

Tolitoli Tertinggi, Palu Relatif Rendah

Dari empat daerah yang menjadi sampel penghitungan inflasi di Sulawesi Tengah, Kabupaten Tolitoli mencatat inflasi bulanan tertinggi sebesar 0,79 persen. Bahkan inflasi tahunannya tembus 3,98 persen. 

Baca Juga: Dua Kapal Ditangkap, Pertamina Dukung Penuh Penindakan Penyalahgunaan BBM Subsidi

Kota Palu mengalami inflasi bulanan 0,11 persen dengan inflasi tahunan 2,82 persen. Kabupaten Morowali mencatat inflasi bulanan 0,12 persen dan inflasi tahunan 1,61 persen. Sedangkan Kabupaten Banggai atau Luwuk mengalami inflasi bulanan 0,63 persen dengan inflasi tahunan 2,90 persen.

BPS Sulawesi Tengah menyimpulkan, meskipun laju inflasi Mei 2026 secara umum masih relatif terkendali, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai. Kenaikan tarif angkutan udara, harga bahan bakar rumah tangga dan sejumlah kebutuhan pokok masih menjadi faktor utama pendorong peningkatan harga konsumen di daerah ini.

Masyarakat diimbau tetap bijak dalam berbelanja dan mengatur pengeluaran, terutama menjelang momen-momen tertentu yang biasanya memicu lonjakan harga.***

Editor : Muhammad Awaludin
#Inflasi Sulteng 2026 #Data Inflasi Mei 2026 #Ekonomi Sulteng #Transportasi #BPS Sulawesi Tengah