Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Pemkot Palu Dorong Pedagang Pasar Beralih ke Transaksi Non-Tunai

Rina Khalik • Selasa, 19 Mei 2026 | 18:48 WIB
Salah seorang pedagang pasar Masomba, beberapa waktu lalu. Pemkot Palu mendorong digitalisasi transaksi di pasar tradisional melalui penerapan QRIS.(Mugni Supardi)
Salah seorang pedagang pasar Masomba yang memanfaatkan trotoar untuk lokasi berjualan, beberapa waktu lalu. Pemkot Palu mendorong digitalisasi transaksi di pasar tradisional melalui penerapan QRIS.(Mugni Supardi)

RADARPALU - Digitalisasi transaksi di pasar tradisional terus didorong Pemerintah Kota (Pemkot) Palu melalui penerapan sistem pembayaran non-tunai menggunakan QRIS. Upaya tersebut dilakukan untuk memudahkan pedagang sekaligus meningkatkan literasi keuangan masyarakat.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagind) Kota Palu, Irmawati mengatakan, penggunaan QRIS di pasar tradisional masih membutuhkan edukasi kepada para pedagang. Sebab, masih terdapat pedagang yang telah memiliki fasilitas digital keuangan namun belum memahami manfaat dan penggunaannya.

“Tentu ini diperlukan edukasi mungkin baik dari kita, dari OJK maupun pihak bank,” ujar Irmawati pada Selasa (19/5/2026).

Baca Juga: Banyak Warga Takut ke Bank, BTN Palu Gencarkan Sosialisasi Kredit

Irmawati menjelaskan, pihaknya telah bekerja sama dengan bank mitra dan OJK untuk memberikan edukasi langsung kepada pedagang, termasuk saat penerapan QRIS di Pasar Tavanjuka.

Menurutnya, penggunaan QRIS memberikan keamanan bagi pedagang karena uang hasil transaksi langsung masuk ke rekening. Namun, pihaknya juga memahami kebutuhan pedagang terhadap perputaran modal harian.

“Kami memudahkan lagi kita buka ATM di sekitar Pasar Tavanjuka supaya pada saat sore atau malam hari mereka mudah mengambil uang yang sudah masuk itu, lebih mempermudah,” katanya.

Baca Juga: Perempuan Jadi Pengguna Dominan Transaksi Digital, BI Perkuat Edukasi

Ia menambahkan, seluruh pasar aktif di Kota Palu secara bertahap akan didigitalisasi menggunakan QRIS.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin menegaskan, penggunaan QRIS harus diterapkan secara menyeluruh di seluruh pasar tradisional di Kota Palu.

Menurutnya, para pedagang perlu terus diberikan edukasi agar terbiasa menggunakan transaksi non-tunai, termasuk saat melakukan pembelian kebutuhan dagangan.

 

Ia juga menyoroti pentingnya pemahaman pengelolaan keuangan bagi pelaku UMKM dan pedagang pasar agar keuntungan usaha tidak terus digunakan untuk menutupi modal harian.

“Jadi mereka muter itu dari modal utamanya, jadi keuntungannya jangan diputer lagi,” katanya.

Ia berharap OJK dan Bank Indonesia (BI) terus memberikan edukasi literasi keuangan kepada para pedagang pasar di Kota Palu.

Baca Juga: BYD M6 DM Resmi Hadir, Teknologi Hybrid Pertama di Indonesia

Selain Pasar Tavanjuka, Masomba, dan Manonda, Imelda meminta perhatian juga diberikan kepada pasar lain seperti Petobo, Talise hingga Pasar Lasoani agar penerapan QRIS dapat berjalan merata.

“Karena rata-rata yang berjualan di Lasoani juga banyak anak-anak usia 25 sampai 40 tahun. Saya yakin mereka lebih melek digitalisasi, jadi saya yakin bisa kita terapkan juga di pasar-pasar seperti itu,” tandasnya.(rna)

Editor : Mugni Supardi
#digitalisasi pasar Palu #Transaksi non tunai #Imelda Liliana Muhidin #Disperdagind Palu #Irmawati