Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Perempuan Jadi Pengguna Dominan Transaksi Digital, BI Perkuat Edukasi

Rina Khalik • Selasa, 19 Mei 2026 | 18:31 WIB
Kepala Perwakilan BI Sulteng, Irfan Sukarna.(Dok Humas Pemkot)
Kepala Perwakilan BI Sulteng, Irfan Sukarna.(Dok Humas Pemkot)

RADARPALU – Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tengah (Sulteng) menilai perempuan memiliki peran besar dalam penggunaan transaksi keuangan digital di Indonesia.

Karena itu, edukasi literasi keuangan dinilai penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya kaum perempuan, terhadap layanan keuangan digital.

Kepala Perwakilan BI Sulteng, Irfan Sukarna, mengatakan berdasarkan data dari nasional bahwa sekitar 70 persen transaksi digital dilakukan oleh perempuan.

Baca Juga: BYD M6 DM Resmi Hadir, Teknologi Hybrid Pertama di Indonesia

“Makanya ini benar-benar mengarah secara khusus buat perempuan dan untuk perempuan,” ujar Irfan dalam sambutannya dalam kegiatan sosialisasi perlindungan konsumen dan keuangan digital, pada Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, perempuan memiliki peran penting dalam pengelolaan keuangan keluarga. Karena itu, pemahaman mengenai sistem pembayaran digital dan pengelolaan keuangan harus terus diperkuat.

Ia menjelaskan, melalui kegiatan edukasi tersebut, BI memberikan pemahaman terkait sistem pembayaran digital seperti mobile banking, transfer dana, hingga penggunaan QRIS.

Baca Juga: Harga Cabai Tembus Rp50 Ribu, Pemkot Palu Siapkan Pasar Murah

“Supaya kita semua bisa sangat paham dan sangat mengerti,” katanya.

Irfan juga menyoroti masih rendahnya tingkat literasi keuangan dibandingkan tingkat inklusi keuangan masyarakat. Menurutnya, banyak masyarakat sudah menggunakan layanan keuangan, namun belum memiliki pemahaman yang cukup terkait risiko dan keamanan transaksi digital.

“Literasinya itu lebih kecil dibandingkan inklusi keuangan. Jadi pemahamannya sedikit, tapi sudah banyak menggunakan layanan keuangan,” ujarnya.

 

Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur investasi bodong maupun pinjaman ilegal yang menawarkan keuntungan besar dalam waktu singkat.

“Jangan sampai kebalik, karena kalau kebalik bisa jadi investasi bodong yang masih ilegal,” tegasnya.

Selain itu, BI juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan data pribadi dalam transaksi digital, termasuk nomor rekening dan kata sandi agar tidak disalahgunakan pihak lain.

Baca Juga: Jamsostek Jadi Pilar Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045

“Nomor rekening atau nomor password juga di handphone kita jangan sampai diketahui oleh orang lain. Itu harus kita jaga sangat-sangat baik,” tandasnya.(rna)

Editor : Mugni Supardi
#perempuan dan keuangan #Literasi keuangan digital #transaksi digital #BI Sulteng #QRIS