Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Jamsostek Jadi Pilar Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045

Rina Khalik • Selasa, 19 Mei 2026 | 18:01 WIB
Ilustrasi BPJS Ketenagakerjaan.(Dok Jawa Pos)
Ilustrasi BPJS Ketenagakerjaan.(Dok Jawa Pos)

RADARPALU – Pemerintah terus memperkuat peran program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) sebagai salah satu pilar strategis dalam menjaga ketahanan nasional.

Hal tersebut tergambar dalam infografis yang diadaptasi dari buku Jaminan Sosial Ketenagakerjaan: Pilar Strategis Ketahanan Nasional.

Dalam infografis tersebut dijelaskan bahwa Jamsostek kini tidak lagi dipandang sekadar sebagai program bantuan sosial, melainkan instrumen penting dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi bangsa.

Baca Juga: Hadianto Rasyid dan Candaan Hangat dengan Emak-Emak Pemulung

Kehadiran perlindungan ketenagakerjaan dinilai menjadi benteng menghadapi berbagai ancaman nonmiliter seperti krisis ekonomi, disrupsi teknologi, hingga perubahan iklim.

Program ini juga disebut memiliki peran besar dalam menciptakan daya beli masyarakat yang stabil serta meminimalkan potensi konflik sosial. Dengan demikian, Jamsostek dinilai dapat menjadi fondasi kuat menuju visi Indonesia Emas 2045.

Pada bagian roadmap strategis, pemerintah menargetkan peningkatan kepesertaan Jamsostek secara signifikan, dari 43,19 persen menjadi 99,5 persen pada tahun 2045.

Baca Juga: Juri 'Gaib' Lomba FLS3N Morowali Utara Mengundang Protes Orang Tua Murid

Upaya tersebut akan didukung melalui penyelarasan kebijakan yang menyasar penguatan sumber daya manusia serta perlindungan bagi kelompok pekerja rentan.

Selain itu, tantangan terbesar saat ini masih terletak pada sektor informal. Infografis mencatat lebih dari 50 persen pekerja informal belum mendapatkan perlindungan sosial yang memadai.

Untuk mengatasi hal tersebut, didorong mekanisme Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jamsostek guna memperluas cakupan perlindungan bagi masyarakat rentan.

 

Di bidang tata kelola, sejumlah rekomendasi kebijakan turut disoroti, seperti reformasi iuran, diversifikasi investasi global yang berkelanjutan, hingga pembatasan pencairan dini Jaminan Hari Tua (JHT) agar fungsi perlindungan jangka panjang tetap optimal.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palu, Nursalam Halim, mengatakan bahwa penguatan program Jamsostek menjadi langkah penting dalam membangun ketahanan masyarakat, khususnya bagi para pekerja di sektor formal maupun informal.

Menurutnya, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menciptakan rasa aman dan kepastian bagi pekerja dan keluarganya.

Baca Juga: Banjir Terparah Terjang Desa Gunung Sari, 43 Rumah di Tiga Dusun Terendam

“Jaminan sosial ketenagakerjaan saat ini menjadi kebutuhan mendasar bagi pekerja. Ketika pekerja terlindungi, produktivitas meningkat dan stabilitas sosial juga akan lebih terjaga. Ini sejalan dengan upaya mendukung ketahanan nasional dan pencapaian Indonesia Emas 2045,” ujar Nursalam Halim.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya terus mendorong perluasan kepesertaan, terutama bagi pekerja rentan dan sektor informal di wilayah Sulawesi Tengah.

Edukasi kepada masyarakat dan kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan kesadaran pentingnya perlindungan sosial ketenagakerjaan.

Baca Juga: Banggai Gaungkan “Gerakan Membaca dan Belajar” 2026, Bangun Generasi Cerdas dan Berkarakter

Adapun manfaat Jamsostek dinilai sangat komprehensif, mulai dari menjaga loyalitas pekerja dan keberlanjutan bisnis hingga memenuhi aspek moral dan kepatuhan hukum perusahaan.

Berbagai program seperti Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), JHT, dan Jaminan Pensiun (JP) disebut mampu memberikan ketenangan serta perlindungan bagi pekerja dan keluarganya.

Melalui penguatan sistem perlindungan tenaga kerja, investasi pada sumber daya manusia dinilai bukan hanya investasi perusahaan, melainkan investasi strategis negara demi keberlanjutan pembangunan nasional.(*)

Editor : Mugni Supardi
#ketahanan nasional #pekerja informal #bpjs ketenagakerjaan #jamsostek #Indonesia Emas 2045