Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

FRESH 2026: Anwar Hafid Ungkap Kontraksi Fiskal Sulteng, Andalkan Pertanian dan Perikanan Dongkrak Ekonomi

Rony Sandhi • Kamis, 7 Mei 2026 | 09:05 WIB

 

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid memberikan sambutan dalam Forum Ekonomi Keuangan Sulawesi Tengah (FRESH), Kamis (7/5/2026). (Rony Sandhi/ Radar Palu).
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid memberikan sambutan dalam Forum Ekonomi Keuangan Sulawesi Tengah (FRESH), Kamis (7/5/2026). (Rony Sandhi/ Radar Palu).

 

RADAR PALU – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyoroti kondisi fiskal daerah yang mengalami kontraksi di tengah ketidakpastian ekonomi global saat menghadiri kegiatan Forum Ekonomi Keuangan Sulawesi Tengah (FRESH) dan Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi di Sriti Convention Hall, Kamis (7/5/2026).

 

Dalam sambutannya, Anwar Hafid mengapresiasi penyelenggaraan forum tersebut sebagai wadah strategis dalam merumuskan arah pembangunan ekonomi daerah ke depan.

 

Ia mengungkapkan, pada tahun 2025 transfer keuangan daerah tercatat sebesar Rp535 miliar. 

 

Baca Juga: Ombudsman Awasi Kesiapan Pemberangkatan Jamaah Haji Sulteng 2026

 

Sementara pada 2026 meningkat menjadi Rp1,2 triliun. Meski demikian, APBD Sulawesi Tengah disebut mengalami tekanan hingga tersisa sekitar Rp4,3 triliun akibat kontraksi di sektor pemerintahan.

 

“Syukur Sulawesi Tengah masih memiliki kinerja fiskal yang cukup baik. Insya Allah tahun depan kita bisa tumbuh bersama sektor pengolahan, pertanian, dan perikanan, tidak hanya bergantung pada sektor industri,” ujar Anwar Hafid.

 

Menurutnya, ketahanan ekonomi Sulawesi Tengah harus diperkuat melalui diversifikasi sektor unggulan daerah agar pertumbuhan ekonomi tidak bertumpu pada industri semata.

 

Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti persoalan kemiskinan dan kebutuhan hunian layak di Sulawesi Tengah. 

 

Berdasarkan data yang disampaikan, terdapat lebih dari 87 ribu rumah tidak layak huni tersebar di sejumlah daerah seperti Donggala, Sigi, dan Tojo Una-Una.

Baca Juga: BOSDA Sulteng Macet! Sekolah 'Tercekik', SMK Swasta Merana

 

Sementara di Kota Palu, sekitar 50 ribu warga disebut belum memiliki rumah dan masih tinggal di rumah sewa maupun kos-kosan.

 

“Prospek Sulawesi Tengah ke depan akan semakin baik dengan pengelolaan potensi daerah yang maksimal. Peluang ekonomi Sulawesi Tengah masih sangat besar,” katanya.

 

Anwar Hafid berharap forum FRESH tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi mampu melahirkan rekomendasi konkret terkait potensi ekonomi daerah yang dapat dijadikan acuan pemerintah dalam mengambil kebijakan pembangunan ke depan. (ron)

 

Editor : Wahono.
#Anwar Hafid #ekonomi #bi #bank indonesia #gubernur