RADARPALU - Semangat perjuangan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tak pernah padam. Itu dibuktikan dalam momentum peringatan Hari Kartini pada 21 April 2026, dengan meraih piagam penghargaan sebagai UMKM berprestasi.
Mereka adalah Yasmin Aljufri, owner PT Baitul Syahan Persada, Ni Made Suriani owner UKM Mades dan Veronica S owner dari UKM Rumah Seni Surami Ecoprint.
Pada kesempatan itu, Yasmin mewakili para penerima penghargaan UMKM berprestasi menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan yang diraih bukan hanya hasil kerja pribadi, tetapi juga kontribusi timnya yang didominasi oleh perempuan.
Baca Juga: Sekwan DPRD Sulteng Antusias Saksikan Semarak Sulteng Nambaso HUT Ke-62 Provinsi Sulteng
“Alhamdulillah, Syahan terpilih menjadi UMKM berprestasi. Ini merupakan suatu prestasi besar bagi saya, dan bukan hanya saya, tapi juga tim saya yang rata-rata semuanya adalah wanita,” ujar Yasmin saat ditemui pada Selasa (21/4/2026).
Menurutnya, capaian ini menjadi bukti bahwa perempuan mampu bertahan dan terus bangkit di tengah berbagai tantangan. Ia juga mengajak para perempuan untuk tidak mudah menyerah dan terus berjuang menjadi pribadi yang tangguh.
“Jangan pernah menyerah. Intinya kita bisa terus berjuang menjadi wanita yang tangguh seperti Ibu Kartini,” tambahnya.
Baca Juga: Pemkab Buol Bahas Penyelesaian Koperasi Tani Plasma
Yasmin menjelaskan, usaha yang dirintisnya dimulai sejak tahun 2021 dengan modal awal sebesar Rp100 ribu yang berasal dari mahar. Dari modal tersebut, usahanya terus berkembang hingga akhirnya mampu membuka cabang pertama.
“Dan alhamdulillah bisa membuka toko untuk cabang pertama di Jalan Puebongo 2,” jelasnya.
Ia menilai, perjalanan tersebut merupakan perjuangan besar yang dapat menjadi motivasi bagi pelaku UMKM lainnya, karena dari modal yang tidak seberapa usahanya dapat terus berkembang dan dapat membuka outlet.
“Itu adalah suatu perjuangan yang besar. Mungkin dari situ kita bisa terus memberikan semangat atau motivasi bagi semua UMKM bahwa besar kecilnya modal itu tergantung dari bagaimana kita bertekad dan berniat,” ungkapnya.
Terkait dukungan pemerintah, Yasmin mengakui adanya peran penting pemerintah dalam mendorong perkembangan usahanya. Berbagai program seperti pelatihan, bimbingan, hingga pameran dinilai sangat membantu dalam memperluas jaringan dan memperkenalkan produknya.
“Kalau pemerintah sangat mendukung UMKM dengan banyaknya pelatihan-pelatihan yang diberikan, bimbingan dan juga pameran-pameran itu menjadi wadah bagi Shahan untuk bisa mengembangkan usahanya dan membuat nama Shahan semakin dikenal,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa tanpa dukungan tersebut, pencapaiannya hingga saat ini tidak akan terwujud. “Tentu kalau tidak ada peran pemerintah tidak mungkin saya sampai di saat hari ini, juga menerima penghargaan,” tambahnya.
Ke depan, Yasmin berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dapat terus memberikan perhatian kepada pelaku UMKM di Sulawesi Tengah, terutama dalam kondisi ekonomi yang penuh tantangan saat ini.
“Harapan saya untuk pemerintah Sulawesi Tengah, Pak Anwar Hafid dan jajarannya, yuk sama-sama kita bikin program UMKM berani. Karena di tengah kondisi seperti ini, UMKM lagi dalam kondisi yang galau dan hampir banyak yang menyerah,” ujarnya.
Baca Juga: Rapat Komisi II DPRD Sulteng, Bahas Ranperda Ekonomi Hijau
Ia juga menekankan pentingnya dukungan moral dari pemerintah, tidak hanya dalam bentuk bantuan materi. “Kita butuh dirangkul, kita butuh semangat. Tidak harus berupa bantuan peralatan, tapi bagaimana UMKM ini bisa dibuat lebih berani untuk berkembang,” pungkasnya.(rna)
Editor : Mugni Supardi