Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Sulteng Jadi Pusat Ekspor Durian ke China, Besok 17 Kontainer Siap Diberangkatkan

Wahono. • Rabu, 15 April 2026 | 18:37 WIB
Kepala Badan Karantina Indonesia bersama tim meninjau langsung persiapan ekspor durian di fasilitas packing house (Peking house) di Kelurahan Baiya, Kota Palu, Rabu (15/4/2026), jelang pengiriman belasan kontainer ke China.
Kepala Badan Karantina Indonesia bersama tim meninjau langsung persiapan ekspor durian di fasilitas packing house (Peking house) di Kelurahan Baiya, Kota Palu, Rabu (15/4/2026), jelang pengiriman belasan kontainer ke China.

 

RADAR PALU – Sulawesi Tengah kian mengukuhkan posisinya sebagai sentra ekspor durian nasional. Sebanyak 17 kontainer durian dijadwalkan akan diberangkatkan langsung ke Tiongkok, Kamis (16/4/2026), menyusul tren ekspor yang terus meningkat sejak awal tahun.

 

Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat M. Panggabean, meninjau langsung persiapan ekspor tersebut di salah satu packing house di Kelurahan Baiya, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu, Rabu (15/4/2026).

 

Ia menyebut ekspor ini merupakan hasil dari proses panjang, termasuk negosiasi protokol dengan pemerintah Tiongkok agar produk durian Indonesia dapat masuk secara langsung tanpa melalui negara perantara.

 

Baca Juga: DPRD Sulteng: Tambang Ilegal Asing Mirip “Penjajahan Baru”

 

“Besok akan ada seremoni ekspor dari Palu. Ini prosesnya panjang, dimulai dari upaya kita agar durian bisa menembus pasar Tiongkok secara langsung,” ujar Sahat.

 

Ia mengungkapkan, sejak Januari hingga pertengahan April 2026, ekspor durian langsung dari Palu ke China telah mencapai 151 kontainer berukuran 40 feet dengan nilai sekitar Rp377,5 miliar. 

Angka tersebut belum termasuk tambahan 17 kontainer yang akan dikirim, dengan nilai mendekati Rp50 miliar.

 

Menurutnya, ekspor langsung memberikan keuntungan lebih besar bagi pelaku usaha, bahkan diperkirakan mencapai 23 persen dibandingkan jika melalui negara seperti Thailand atau Vietnam. Dampaknya, perputaran ekonomi di daerah juga semakin meningkat.

 

“Uang ratusan miliar itu akan berputar di masyarakat. Kami minta pelaku usaha membeli langsung dari petani secara tunai agar manfaatnya dirasakan,” tegasnya.

 

Ia juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap standar ekspor, mulai dari kebun hingga proses pengolahan di packing house, guna memastikan produk bebas dari organisme pengganggu tanaman.

 

Baca Juga: DPRD Sulteng Sorot Kecelakaan Tambang, Izin Diselidiki

 

Sahat bahkan mendorong Pemerintah Provinsi Sulteng menjadikan daerah ini sebagai pusat durian nasional, mengingat jumlah fasilitas pengemasan yang paling banyak berada di wilayah tersebut.

 

Sementara itu, perwakilan pengusaha durian, Aditiya, menyebut Indonesia memiliki potensi besar dengan lebih dari 100 varietas durian. Namun saat ini, pasar Tiongkok masih didominasi jenis montong.

 

Ke depan, pelaku usaha bersama pemerintah akan mendorong pengenalan berbagai varietas lokal melalui penguatan merek durian Indonesia di pasar internasional.

Editor : Wahono.
#ekspor #china #sulawesi tengah #durian #Pertanian