Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Bulog Sulteng Serap 1.800 Ton Beras, Kejar Target 11 Ribu Ton

Rina Khalik • Jumat, 10 April 2026 | 23:25 WIB
Ilustrasi.(Dok Lombok Pos - Jawa Pos Group)
Ilustrasi.(Dok Lombok Pos - Jawa Pos Group)

RADARPALU – Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah terus mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani lokal. Hingga awal April 2026, Bulog Sulteng telah menyerap sekitar 1.800 ton beras domestik dari berbagai wilayah.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Sulteng, Jusri, mengatakan penyerapan tersebut akan terus ditingkatkan seiring masuknya musim panen di sejumlah daerah.

“Untuk tahun ini, Sulteng dibebankan target penyerapan beras domestik sebanyak 11 ribu ton,” ujarnya saat ditemui, Jumat (10/4/2026).

Baca Juga: Berani Depak Stunting Hasil Kolaborasi Kampus dan Pemerintah

Ia optimistis target tersebut dapat tercapai hingga akhir tahun. Bulog, kata dia, telah menyiapkan dua mekanisme penyerapan, yakni pembelian dalam bentuk gabah maupun beras.

“Pembelian gabah ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram, sedangkan beras Rp12 ribu per kilogram,” jelasnya.

Jusri menambahkan, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada petani agar menjual hasil panennya ke Bulog, baik dalam bentuk gabah maupun beras.

Baca Juga: Hector Souto: Ini Kemenangan Pemain, Bukan Kemenangan Saya

“Selama ini petani lebih banyak menjual dalam bentuk beras. Padahal, potensi penyerapan gabah juga cukup besar,” ujarnya.

Menurutnya, hampir seluruh wilayah di Sulawesi Tengah memiliki potensi penyerapan gabah. Namun, daerah seperti Donggala dan Parigi Moutong diperkirakan menjadi wilayah yang lebih awal menyuplai stok ke Bulog.

Dengan optimalisasi penyerapan tersebut, Bulog berharap dapat menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di wilayah Sulawesi Tengah.(*)

Editor : Mugni Supardi
#Bulog Sulteng #penyerapan beras #gabah petani #harga gabah 2026 #Stok beras Sulteng