Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Berani Depak Stunting Hasil Kolaborasi Kampus dan Pemerintah

M
Penulis: Magang Radar Palu❯
Wagub Sulteng Reny Lamadjido meluncurkan Sistem Informasi BERANI Depak Stunting di Gedung Pogombo, Palu. (Ro. Adpim Sulteng)
Wagub Sulteng Reny Lamadjido meluncurkan Sistem Informasi BERANI Depak Stunting di Gedung Pogombo, Palu. (Ro. Adpim Sulteng)

Advertisement

 

RADARPALU – Upaya percepatan penurunan stunting di Sulawesi Tengah terus diperkuat. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Sulteng resmi meluncurkan aplikasi digital “Berani Depak Stunting” di Gedung Pogombo, Kota Palu, Kamis (9/4/2026).

Inovasi berbasis digital ini dihadirkan untuk mendukung pengumpulan data yang lebih cepat dan akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan penanganan stunting.

Advertisement

Kepala Dinas P2KB Sulteng, drg Herry Mulyadi, menjelaskan bahwa aplikasi tersebut lahir dari kebutuhan akan data riil di lapangan. Pengumpulan data melibatkan mahasiswa Universitas Tadulako melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik.

“Dari hasil survei mahasiswa, kita memperoleh data lapangan yang kemudian dianalisis untuk menentukan langkah penanganan yang tepat,” ujarnya.

Advertisement

Menurutnya, kehadiran aplikasi ini diharapkan mampu mempercepat proses koordinasi lintas sektor sekaligus memperkuat efektivitas intervensi program stunting di daerah.

Peluncuran aplikasi ini juga merupakan bagian dari dorongan digitalisasi program pemerintah daerah, sejalan dengan arahan gubernur agar setiap organisasi perangkat daerah menghadirkan inovasi berbasis teknologi.

Dalam proses pengembangannya, P2KB turut menggandeng akademisi Universitas Tadulako, mulai dari penyusunan konsep hingga implementasi teknis di lapangan.

“Dengan keterbatasan anggaran, kita tetap berupaya menghadirkan inovasi. Ini langkah konkret untuk menekan angka stunting di Sulawesi Tengah,” jelasnya.

Ia menegaskan, penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk sektor swasta yang turut mendukung sosialisasi program.

Advertisement

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer