RADAR PALU - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan periode April hingga Juni menjadi titik krusial atau critical point dalam menjaga stok beras Indonesia, di tengah ancaman El Nino yang berpotensi mengganggu produksi.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa tiga bulan ke depan akan menjadi fase paling menentukan bagi ketahanan pangan nasional. Ia menyebut periode April, Mei, dan Juni sebagai critical point yang tidak boleh gagal.
Menurutnya, keberhasilan target produksi pada periode ini akan menentukan stabilitas stok beras Indonesia ke depan.
Baca Juga: Stok Beras Indonesia 4,4 Juta Ton, Mentan Waspada El Nino
“Yang menjadi critical point berada di April, Mei, Juni. Kalau target ini tercapai, ke depan kita aman,” ujar Amran.
Saat ini, stok beras Indonesia tercatat mencapai 4,4 juta ton dan diproyeksikan bisa menembus 5 juta ton. Meski demikian, pemerintah tidak ingin lengah.
Ancaman El Nino yang disebut sebagai “El Nino Godzilla” dinilai cukup mengkhawatirkan dan berpotensi menekan produksi jika tidak diantisipasi sejak dini.
Baca Juga: Update Harga Pangan Sulteng Cabai Rawit Rp48 Ribu, Beras Premium Justru Turun
Karena itu, fokus pemerintah kini diarahkan pada pengamanan produksi di fase critical point April Mei Juni pangan.
Menghadapi fase krusial tersebut, Amran meminta seluruh daerah segera melakukan percepatan tanam, terutama di wilayah yang masih memiliki curah hujan.
Provinsi seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat diminta memanfaatkan momentum musim hujan untuk mengejar target tanam.
Selain itu, lahan sawah baru yang sudah dibangun harus segera ditanami tanpa penundaan.
Tak hanya sawah reguler, optimalisasi lahan rawa juga menjadi strategi penting dalam menjaga produksi di periode April hingga Juni.
Amran menegaskan, seluruh lahan yang sudah siap harus segera ditanami guna memperkuat stok beras Indonesia saat memasuki puncak musim kering.
Baca Juga: Harga Ikan, Beras dan Cabai Dorong Inflasi Sulteng 5,33 Persen
Langkah ini dinilai krusial agar produksi tidak turun saat dampak El Nino mulai terasa.
Pemerintah juga mempercepat program pompanisasi dan irigasi sebagai bagian dari strategi menghadapi critical point April Mei Juni pangan.
Seluruh pompa yang tersedia diminta segera dioperasikan, terutama di sentra produksi seperti Pulau Jawa, Lampung, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Utara.
Di sisi lain, daerah yang masih membutuhkan tambahan pompa, sumur dalam, atau sumur dangkal diminta segera mengajukan usulan ke pusat secara daring.
Amran menegaskan, keberhasilan melewati periode April hingga Juni akan menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas pangan nasional sepanjang tahun.
Jika target produksi tercapai pada fase ini, pemerintah optimistis stok beras Indonesia tetap aman meski dihadapkan pada tekanan cuaca ekstrem.
Periode April hingga Juni kini menjadi ujian utama sektor pertanian. Percepatan tanam dan penguatan irigasi menjadi penentu apakah stok beras Indonesia mampu bertahan di tengah ancaman El Nino.***
Editor : Muhammad Awaludin