Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Maret 2026, Inflasi Sulawesi Tengah Didominasi Harga Pangan

Muhammad Awaludin • Jumat, 3 April 2026 | 07:52 WIB
Aktivitas jual beli bahan pangan di pasar tradisional, mempengaruhi inflasi Sulawesi Tengah. (Dok. Radar Palu)
Aktivitas jual beli bahan pangan di pasar tradisional, mempengaruhi inflasi Sulawesi Tengah. (Dok. Radar Palu)

RADAR PALU - Inflasi Sulawesi Tengah pada Maret 2026 mencapai 2,83 persen secara tahunan, terutama dipicu kenaikan harga pangan dan beberapa komoditas penting.

Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah merilis data pada 1 April 2026, mencatat inflasi bulanan sebesar 0,38 persen. 

Sementara itu, inflasi secara year-on-year mencapai 2,83 persen, dan inflasi tahun kalender berada di angka 1,19 persen. 

Baca Juga: Emas, Ikan, dan Cabai Picu Inflasi, Tolitoli Tertinggi di Sulteng

Angka ini menunjukkan tekanan inflasi masih relatif terkendali meski beberapa komoditas mengalami kenaikan harga signifikan.

Kenaikan harga makanan, minuman, dan tembakau menjadi faktor utama dorongan inflasi Sulawesi Tengah. 

Baca Juga: Inflasi Sulteng Tembus 5,33 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Beberapa komoditas yang menyumbang inflasi terbesar antara lain cabai rawit, telur ayam ras, tomat, ikan kembung, bensin, dan daging ayam.  

Kenaikan harga bahan pangan ini membuat pengeluaran rumah tangga meningkat, meski masih dalam batas wajar.

Secara tahunan, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang inflasi terbesar. 

Disusul kelompok makanan serta sektor perumahan dan energi rumah tangga, yang turut mendorong inflasi tetap berada di level moderat.

Pemerintah daerah dan pihak terkait menekankan pentingnya pengendalian harga pangan untuk menjaga inflasi Sulawesi Tengah tetap stabil. 

Strategi ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, terutama pada komoditas pokok yang paling sensitif terhadap fluktuasi harga.***

Editor : Muhammad Awaludin
#cabai rawit #Harga pangan #Ekonomi Daerah #BPS Sulteng #inflasi sulawesi tengah