Ichinogami, UMKM Papercraft yang Go International

Rina Khalik • Dipublikasikan Kamis, 2 April 2026 | 10:12 WIB
Kreativitas berbasis kertas menjadi fondasi tumbuhnya UMKM Ichinogami.(DOK ICHINOGAMI)
Kreativitas berbasis kertas menjadi fondasi tumbuhnya UMKM Ichinogami.(DOK ICHINOGAMI)

 

RADARPALU – Kreativitas berbasis kertas menjadi fondasi tumbuhnya UMKM Ichinogami. Berawal dari hobi merakit papercraft dan membangun komunitas sejak 2010, usaha ini terus berkembang hingga bertransformasi menjadi perusahaan berbadan hukum.

Setelah 11 tahun perjalanan, Ichinogami resmi menjadi perseroan terbatas (PT) dengan komitmen menggunakan 100 persen kertas ramah lingkungan. Tidak hanya berkarya, usaha ini juga menjadikan kertas sebagai sumber penghidupan bagi banyak orang.

Sebagai UMKM binaan Bank Indonesia (BI), Ichinogami mendapat berbagai dukungan pengembangan usaha. Mulai dari digitalisasi keuangan, pencatatan transaksi, pengelolaan arus kas, hingga monitoring usaha yang lebih rapi dan transparan.

Baca Juga: Breaking: Wakil Ketua DPRD Sulteng Sisa Jabatan Resmi Dilantik

Pendampingan juga mencakup aspek ekspor secara menyeluruh, mulai dari perhitungan biaya produksi, pengiriman, hingga penetapan harga di pasar internasional. Akses ke pameran dan business matching turut membuka peluang kolaborasi di tingkat nasional maupun global.

Founder Ichinogami, Rauf Raphanus, mengatakan dukungan tersebut memberikan dampak signifikan bagi perkembangan usahanya.

“Bersama Bank Indonesia, Ichinogami tumbuh sebagai UMKM hijau dan berkelanjutan. Kami belajar bahwa bisnis tidak sekadar soal omzet, tetapi juga keberlanjutan, kepedulian lingkungan, dan dampak sosial,” ujarnya melalui keterangan tertulis di akun Instagram resmi BI.

Baca Juga: Genjot Ekonomi Rakyat, KUR Bank Mandiri Tembus Rp7,35 Triliun

Seiring perkembangan tersebut, pasar Ichinogami semakin luas. Produk-produknya telah menembus pasar internasional seperti Malaysia, Singapura, Jepang, hingga Eropa.

Kolaborasi strategis dengan berbagai pihak, termasuk ritel besar dan mitra global, juga terus berkembang. Praktik ramah lingkungan yang dijalankan berjalan seiring dengan upaya pemberdayaan komunitas.

Ichinogami menjadi contoh bahwa hobi dapat berkembang menjadi usaha berdaya saing global yang berkelanjutan serta memberi dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. (rna)

Editor : Mugni Supardi
Ichinogami UMKM papercraft UMKM binaan BI Bank Indonesia UMKM bisnis ramah lingkungan