RADARPALU – Kehadiran tenant Bank Tabungan Negara (BTN) dalam Festival Raudhah dalam rangka Haul ke-58 Guru Tua dimanfaatkan untuk mendorong percepatan digitalisasi transaksi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Melalui layanan yang dihadirkan, BTN fokus memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM, khususnya dalam penggunaan sistem pembayaran non-tunai berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Branch Manager BTN Kantor Cabang Palu, Sigit Sulistyo, menjelaskan bahwa pihaknya mendapat tugas untuk mendukung digitalisasi transaksi sesuai arahan Bank Indonesia. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendatangi langsung pelaku UMKM yang belum memiliki QRIS.
Baca Juga: Kolaborasi Nasional Warnai Haul Akbar Guru Tua
“Kami keliling ke seluruh tenant. Bagi yang belum memiliki QRIS, langsung kami bantu pembuatan sekaligus pembukaan rekeningnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, upaya ini bertujuan agar transaksi UMKM tidak lagi bergantung pada uang tunai, melainkan beralih ke sistem digital melalui mobile banking dan QRIS.
Selain itu, BTN juga memberikan edukasi terkait akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) guna membuka peluang permodalan bagi pelaku UMKM yang ingin mengembangkan usahanya.
Baca Juga: LKPJ 2025 Diserahkan, Pemkab Poso Klaim Capaian Pembangunan Meningkat
“Memang banyak yang masih tahap konsultasi terkait KUR, belum sampai pengajuan. Namun akan kami tindak lanjuti setelah kegiatan ini selesai,” tambahnya.
Sejak pembukaan festival, sekitar 20 pelaku UMKM telah difasilitasi pembuatan QRIS. Sementara minat terhadap program KUR juga cukup tinggi, meski masih dalam tahap penjajakan.
Ke depan, BTN berharap digitalisasi ini tidak berhenti di momentum festival, tetapi dapat berlanjut hingga ke pasar tradisional, sehingga ekosistem transaksi non-tunai semakin meluas di Kota Palu.(mg2)
Editor : Mugni Supardi