Libur tersebut berlangsung sejak Rabu, 18 Maret 2026 hingga Selasa, 24 Maret 2026, dalam rangka perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Manajemen Bank Sulteng menyampaikan, dengan dibukanya kembali layanan kantor, seluruh aktivitas perbankan akan kembali berjalan normal seperti biasa di seluruh jaringan operasional.
Baca Juga: Wisata Tanjung Karang Donggala Diserbu Pengunjung H+2 Lebaran, Wisatawan Datang dari Berbagai Daerah
Meski sebelumnya layanan kantor ditutup, nasabah tetap dapat melakukan berbagai transaksi melalui fasilitas e-channel yang tersedia, seperti ATM, layanan Bank Sulteng Mobile, serta Agen Bank Sulteng.
Sebelumnya, dalam momentum bulan suci Ramadan, jajaran Direksi dan Dewan Komisaris Bank Sulteng menegaskan komitmennya untuk terus memberikan layanan prima kepada nasabah sekaligus memperkuat peran sosial perusahaan.
Direktur Utama Bank Sulteng, Hj. Ramiyatie, menyampaikan bahwa Ramadan menjadi momentum strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan menjaga stabilitas kinerja keuangan.
Baca Juga: Jasa Raharja dan Korlantas Polri Tinjau Kesiapan Arus Balik Lebaran 2026
“Bulan Ramadan menjadi momentum strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga stabilitas kinerja keuangan, serta mempererat silaturahmi dengan pemegang saham, nasabah, dan masyarakat,” ujarnya dalam kegiatan buka bersama karyawan di Palu.
Ia menambahkan, konsistensi tersebut diwujudkan melalui optimalisasi layanan operasional, kesiapan jaringan kantor dan e-channel, serta penguatan manajemen risiko guna memastikan seluruh transaksi masyarakat berjalan aman dan lancar.
Ke depan, Bank Sulteng optimistis dapat terus menjaga kinerja positif serta menjadi bank kebanggaan masyarakat Sulawesi Tengah, sekaligus mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi regional. (*)
Editor : Agung Sumandjaya