Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Jelang Lebaran, Bulog Sulteng Pastikan Stok Pangan Aman

Rina Khalik • Selasa, 10 Maret 2026 | 20:21 WIB

Rapat optimalisasi pengadaan gabah/beras dalam negeri dan stabilisasi pasokan dan harga selama bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri Tahun 2026.
Rapat optimalisasi pengadaan gabah/beras dalam negeri dan stabilisasi pasokan dan harga selama bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri Tahun 2026.

RADAR PALU - Harga pangan di Sulawesi Tengah selama Ramadan 2026 dipastikan masih berada pada kisaran normal. Perum Bulog Sulteng menyebut ketersediaan beras, gabah, dan jagung di daerah masih dalam kondisi aman meski sebagian wilayah belum memasuki masa panen raya.

Hal itu diungkapkan Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sulawesi Tengah, Jusri, dalam rapat optimalisasi pengadaan gabah/beras dalam negeri dan stabilisasi pasokan dan harga selama bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri Tahun 2026.

Menurut Jusri, selama ini pihaknya terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memantau perkembangan harga pangan di daerah.

“Selama kami di Bulog, kami terus berkomunikasi dengan teman-teman terkait. Termasuk di Sulawesi Tengah ini, dalam hal harga di lapangan kami termasuk wilayah yang normal,” ujar Jusri dalam sambutannya pada Selasa (10/3/2026).

Ia menjelaskan, harga pangan seperti minyak goreng dan beras di Sulawesi Tengah masih berada pada ambang kewajaran. Meski demikian, sempat terjadi sedikit kenaikan pada beras premium di wilayah Morowali.

Kenaikan terjadi karena beras premium yang masuk ke wilayah Morowali berasal dari Sulawesi Selatan. Yang pasti jalur beras telah melalui beberapa kali proses distribusi sebelum sampai ke Morowali.

Menurutnya, sebagian beras yang masuk itu menuju ke perusahaan-perusahaan yang ada di Morowali, sementara sebagian dijual di wilayah Morowali dan Morowali Utara.

Terkait pengadaan gabah dan beras, Bulog Sulteng memiliki target sekitar 11.300 ton. Namun, hingga saat ini realisasi pengadaan baru mencapai sekitar 500 ton atau sekitar lima persen dari target.

Jusri menjelaskan, kondisi ini terjadi karena sebagian wilayah di Sulawesi Tengah belum memasuki masa panen raya. Namun setelah Lebaran diperkirakan panen mulai berlangsung di sejumlah wilayah.

“Setelah Lebaran kemungkinan besar di wilayah Parigi, Pantai Barat maupun Pantai Timur sudah mulai panen raya,” ujarnya.

Sementara untuk pengadaan jagung, Bulog Sulteng ditargetkan sekitar 3.200 ton. Tapi hingga saat ini realisasinya telah mencapai sekitar 284 ton.

Menurut Jusri, capaian tersebut sudah melampaui pengadaan tahun sebelumnya yang hanya sekitar 200 ton selama satu tahun.

“Tahun 2026 ini kami sudah mendapatkan pengadaan 284 ton. Artinya dalam waktu sekitar dua bulan sudah melewati pengadaan tahun lalu,” jelasnya.

Sementara itu Wakil Direktur Perum Bulog Mayjen. TNI (Purn). Dr. Marga Taufiq, S.H., M.H. menyampaikan bahwa pihaknya terus mendorong kerja sama lintas sektor dalam upaya menjaga ketersediaan pangan serta mengejar target yang telah ditetapkan pemerintah.

Menurutnya, berbagai langkah dilakukan karena kondisi pangan memiliki pengaruh terhadap perekonomian sehingga diperlukan langkah proaktif dari seluruh pihak di daerah.

Selain penyerapan gabah, Bulog juga melakukan pemantauan terhadap harga bahan pokok di daerah. Pemantauan tersebut dilakukan secara rutin bersama kementerian terkait.

“Khusus di Bulog kami memantau harga beras, minyak dan beberapa bahan pokok lain serta ketersediaan pangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, jajaran direksi Bulog juga melakukan pemantauan langsung ke berbagai daerah untuk memastikan kebijakan yang telah direncanakan dapat dilaksanakan dengan baik di lapangan.

“Kami membagi tugas kepada para direktur untuk turun langsung memastikan program yang disusun dapat berjalan di daerah,” pungkasnya.(rna)

Editor : Mugni Supardi
#Bulog Sulteng #harga pangan Ramadan #harga beras Morowali #stok beras Ramadan 2026 #ketersediaan pangan Sulteng #pengadaan gabah Bulog #Bulog jaga stabilitas harga #harga beras Sulawesi Tengah #Harga pangan Sulteng #panen raya Sulteng