RADAR PALU – Tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Sulawesi Tengah kembali menunjukkan perbaikan. Data terbaru mencatat ketimpangan pengeluaran mengalami penurunan pada September 2025 dibandingkan periode sebelumnya.
Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah yang dipublikasikan 5 Februari 2026, Gini Ratio Sulawesi Tengah pada September 2025 tercatat sebesar 0,277.
Angka ini turun 0,002 poin dibandingkan Gini Ratio Maret 2025 yang sebesar 0,279. Jika dibandingkan dengan September 2024, penurunannya lebih signifikan, yakni mencapai 0,032 poin dari angka 0,309.
Penurunan ketimpangan juga terlihat jika ditinjau berdasarkan wilayah. Di daerah perkotaan, Gini Ratio pada September 2025 tercatat sebesar 0,312. Angka ini memang naik dibanding Maret 2025 yang sebesar 0,305, namun masih lebih rendah dibanding September 2024 yang mencapai 0,340.
Sementara itu, di daerah perdesaan, Gini Ratio September 2025 tercatat sebesar 0,240. Angka ini turun 0,009 poin dibanding Maret 2025 dan menurun 0,031 poin dibanding September 2024.
BPS juga mencatat distribusi pengeluaran penduduk pada kelompok 40 persen terbawah di Sulawesi Tengah mencapai 23,14 persen pada September 2025. Berdasarkan ukuran Bank Dunia, capaian tersebut masih berada dalam kategori ketimpangan rendah.
Jika dirinci, distribusi pengeluaran kelompok 40 persen terbawah di wilayah perkotaan tercatat sebesar 21,11 persen, sedangkan di perdesaan mencapai 24,71 persen. Kedua wilayah tersebut masih berada dalam kategori ketimpangan rendah.
Data ini menunjukkan perbaikan distribusi pengeluaran penduduk Sulawesi Tengah, meski tantangan pengendalian ketimpangan di wilayah perkotaan masih perlu menjadi perhatian.***
Editor : Muhammad Awaludin