RADAR PALU - PT TASPEN (Persero) Cabang Palu menegaskan hingga saat ini belum menerima informasi maupun perintah resmi terkait kenaikan gaji manfaat pensiun.
Informasi yang beredar luas di masyarakat mengenai kenaikan gaji pensiunan disebut belum dapat dipastikan kebenarannya.
Branch Manager PT TASPEN Cabang Palu, Rieska Destiana Indrajaya, mengatakan bahwa TASPEN baru akan menindaklanjuti apabila telah ada ketentuan resmi berupa peraturan pemerintah yang mengatur pembayaran manfaat pensiun.
"Untuk kenaikan gaji manfaat pensiun, memang saat ini banyak informasi yang beredar, namun sampai sekarang kami TASPEN belum menerima informasi maupun perintah terkait hal tersebut," ujar Indrajaya kepada Radar Palu saat ditemui pada Rabu (4/2/2026).
Indrajaya menegaskan, apabila nantinya terdapat ketentuan resmi dari pemerintah, TASPEN akan segera menyampaikan informasi tersebut secara terbuka kepada mitra bayar, media, serta kepada para pensiunan melalui kanal resmi TASPEN.
"Jika memang sudah ada peraturan pemerintah yang mengharuskan pembayaran manfaat kenaikan gaji, kami pasti akan langsung menyampaikan. Informasi resmi akan kami terbitkan melalui media sosial TASPEN, kerja sama dengan media cetak, serta kanal informasi resmi lainnya," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Indrajaya juga mengimbau para pensiunan agar lebih berhati-hati terhadap informasi yang beredar, mengingat maraknya penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan berpotensi penipuan.
"Sekarang informasi itu sangat luas dan liar, dan sering dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk kepentingan pribadi atau melakukan penipuan," tegasnya.
Untuk memperoleh informasi yang valid, TASPEN menyarankan pensiunan mengakses kanal resmi seperti Instagram @TASPENpalu atau @TASPEN, website taspen.co.id, menghubungi call center TASPEN, maupun mengikuti kanal WhatsApp resmi TASPEN yang secara berkala menyampaikan informasi dari kantor pusat.
Indrajaya menjelaskan, TASPEN secara aktif melakukan langkah mitigasi untuk mencegah dan menindak penipuan, termasuk bekerja sama dengan badan siber di tingkat pusat.
Pada tahun 2025 lalu, TASPEN bersama aparat penegak hukum juga berhasil mengungkap dan menangkap sejumlah sindikat penipuan yang mengatasnamakan TASPEN serta instansi lain seperti BPJS, kantor pajak, dan Dukcapil.
"Jika ada laporan penipuan, silakan di-capture dan disampaikan ke WhatsApp layanan kami. Langkah awal akan kami blokir, kemudian nomor tersebut kami teruskan ke kantor pusat untuk diteliti lebih lanjut bersama badan siber Polri," jelasnya.
Selain itu, TASPEN juga menargetkan pada tahun 2026 pembayaran pensiun tetap berjalan tepat waktu. Untuk mendukung kelancaran pembayaran, TASPEN mengimbau para pensiunan rutin melakukan otentikasi atau absensi diri di awal bulan.
Otentikasi dapat dilakukan melalui tiga cara, yakni datang langsung ke kantor TASPEN atau mitra bayar, menggunakan aplikasi Andal by TASPEN, atau melalui layanan kunjungan nasabah yang disediakan oleh mitra bayar bagi pensiunan yang memiliki keterbatasan fisik.
"Target kami adalah mengedukasi Bapak-Ibu pensiunan untuk aktif melakukan absensi diri di awal bulan agar manfaat pensiunnya dapat berjalan dengan lancar," pungkasnya.(rna)
Editor : Mugni Supardi