RADAR PALU - Menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat pada bulan Ramadan, Bulog Sulawesi Tengah memastikan pasokan beras, minyak goreng Minyakita, dan gula berada dalam kondisi aman sehingga tidak memicu kenaikan harga di pasaran.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Perum Bulog Kanwil Sulteng, Jusri Pakke, saat ditemui pada Selasa (3/2/2026).
Kata dia, bahwa dari data yang ada untuk stok di gudang milik Bulog masih sangat mencukupi. "Meski demikian, kondisi di lapangan tetap akan terus dipantau. Yang jelas secara stok kami cukup," kata Jusri kepada awak media Selasa (3/2/2026).
Menurut Jusri, pihaknya memastikan ketersediaan stok pangan dalam kondisi aman menjelang bulan ramadan.
"Kalau untuk beras, stok yang ada di gudang kami itu kisarannya sekitar 22 ribu ton sekarang ini," singkatnya.
Ia menjelaskan, tambahan pasokan juga masih terus masuk secara bertahap. Pengiriman berasal dari beberapa wilayah, di antaranya sekitar 10 ribu ton dari wilayah Sulawesi Selatan dan 6 ribu ton dari Kendari, Sulawesi Tenggara.
Secara nasional, Jusri menegaskan stok beras Indonesia dalam kondisi sangat aman.
Saat ini, cadangan beras nasional masih berada di angka sekitar 3,3 juta ton. Selain itu, pemerintah juga masih merencanakan pengadaan tambahan lebih dari 1 juta ton untuk tahun 2026.
Saat ini, Bulog Sulteng juga memiliki stok gula sekitar 236 ton serta minyak goreng sekitar 537 ribu liter. Sedangkan untuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP), stok yang tersedia juga berada di kisaran 22 ribu ton.
Selain menjaga ketersediaan stok, Bulog Sulteng bersama pemerintah daerah terus melakukan upaya stabilisasi harga melalui Gerakan Pangan Murah (GPM). Program tersebut melibatkan pemerintah daerah, BUMN, serta para pemangku kepentingan lainnya.
"Kami tetap membuka komunikasi dengan pemerintah daerah untuk melaksanakan gerakan pangan murah seperti biasa, baik melalui Pemda maupun BUMN-BUMN lain, termasuk seluruh stakeholder," jelas Jusri.
Ia menambahkan, di pasar juga dilakukan melalui Rumah Pangan Kita (RPK) yang tersebar di pasar maupun di luar pasar. Program tersebut tetap berjalan sebagai bagian dari upaya pengendalian harga.
Ke depan, Bulog Sulteng juga menargetkan pengadaan pangan dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah, seperti Sigi, Donggala, Parigi, Luwuk, Morowali, Poso, Buol, dan Tolitoli
Selain itu, Bulog memastikan penyaluran bantuan pangan akan kembali dilaksanakan pada Februari mendatang. Bantuan tersebut berupa beras dan minyak goreng yang akan diberikan secara gratis kepada masyarakat.
"Tinggal menunggu teknis dari pusat, tapi informasinya sudah disampaikan bahwa nanti ada lagi bantuan pangan," tandasnya.(rna)
Editor : Mugni Supardi