RADAR PALU - Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulteng, Abdul Rahman, mengatakan bahwa realisasi kegiatan operasi pasar murah Disperindag Sulteng selama 2025 mencapai sekitar 98 persen.
Pasar murah sebagaimana diketahui bersama dilaksanakan sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan membantu pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sulteng, Abdul Rahman, kepada Radar Palu Jawa Pos Group, Jumat (30/1/2026).
Dia mengatakan, bahwa kegiatan pasar murah diarahkan agar anggaran yang tersedia dapat terserap secara optimal. “Realisasinya sekitar 98 persen untuk operasi pasar murah, dengan target mencapai 12 hingga 13 kali pelaksanaan,”ujar Abdul Rahman.
Ia menjelaskan, dengan target di atas, rupanya dalam perjalanannya melewati dari target yang ada, karena pihaknya dapat melaksanakan hingga 21 kali.
Ia menuturkan, kebijakan pelaksanaan pasar murah tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan serta pemerataan pelaksanaan kegiatan.
Selain itu ia menjelaskan, apabila dalam pemantauan ditemukan adanya kenaikan harga atau kekurangan stok, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan kota untuk menentukan langkah selanjutnya.
Terkait rencana pelaksanaan operasi pasar murah di 2026, Abdul Rahman menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan konsep dan rencana awal, termasuk kebutuhan anggaran serta lokasi pelaksanaan yang direncanakan hampir di seluruh kabupaten di Sulawesi Tengah. Namun, pelaksanaannya masih menunggu persetujuan pimpinan.
“Untuk pasar murah, kami sudah menyiapkan konsepnya, termasuk kebutuhan anggaran dan rencana lokasi. Namun untuk pelaksanaan masih menunggu arahan dan persetujuan pimpinan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, dari sisi anggaran, hingga saat ini belum terdapat alokasi dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Disperindag Sulteng untuk kegiatan pasar murah. Meski demikian, komunikasi dengan pimpinan daerah terus dilakukan.
“Informasi dari pimpinan, sudah ada komunikasi dengan Pak Gubernur dan saat ini kami diminta menyiapkan konsepnya terlebih dahulu,” katanya.
Menurut Abdul Rahman, secara urgensi, pasar murah memang penting dalam rangka membantu masyarakat memenuhi kebutuhan, terutama menjelang momen tertentu yang biasanya berdampak pada peningkatan permintaan.
Sementara itu, hasil pemantauan terakhir di pasar menunjukkan kondisi harga masih relatif stabil. Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah minyak goreng.
“Kemarin kami fokus ke minyak goreng setelah rapat dengan Bulog. Dari hasil pemantauan, alhamdulillah harga minyak goreng masih sesuai,” jelasnya.(rna)
Editor : Mugni Supardi